Dinas Ketahanan Pangan Sultra Gelar Pasar Murah

  • Bagikan
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sultra, Ari Sismanto foto bersama Kepala DPM PTSP Sultra, Parinringi dan Manajer Iklan Kendari Pos, Nursyamsi Abidin usai pembukaan pasar murah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sultra, Ari Sismanto foto bersama Kepala DPM PTSP Sultra, Parinringi dan Manajer Iklan Kendari Pos, Nursyamsi Abidin usai pembukaan pasar murah.

--Dipusatkan di Kantor DPM-PTSP Sultra

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Ketahanan Pangan menggelar pasar murah, Kamis (6/10). Gelaran pasar murah dibuka langsung Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sultra, Ari Sismanto, mewakili Penjabat (Pj) Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto. Pelaksanaan pasar murah ini dipusatkan di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Provinsi Sultra.

Kegiatan ini dilakukan, sebagai tindaklanjut instruksi Presiden melakukan Gerakan Pangan Murah (GPM). Kemudian, ada surat edaran Badan Pangan Nasional, bahwa setiap gubernur, wali kota dan bupati, harus melaksanakan pasar murah. Tujuannya, supaya kenaikan harga bisa diredam dan inflasi terkendali.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sultra, Ari Sismanto mengatakan, ada 15 titik lokasi pasar murah di Kendari. Di back up Pemprov Sultra. Kemudian, pekan depan, juga akan dilaksanakan di Kota Baubau. Juga akan di back up Pemprov Sultra.

Ari Sismanto saat meninjau pasar murah.

"Kami akan berkeliling, memantau harga dengan menggelar pasar murah, sampai harga di pasaran kembali stabil," ujar Ari Sismanto saat ditemui di sela kegiatan.

Lanjut Ari, pasar murah ini akan digelar selama 4 hari setiap minggunya dan berlangsung hingga akhir tahun. Sejumlah bahan pokok dijual murah seperti beras, gula, minyak goreng dan kebutuhan pokok lainnya.

Sejumlah kebutuhan pokok yang dijual di pasar murah.

"Masyarakat jangan panik. Stok pangan tercukupi di Sultra. Saat ini, sedang panen raya di Konawe, Bombana dan Kolaka Timur menyusul. Bahkan di beberapa wilayah persawahan, sedang dilakukan penanaman kembali dengan mengandalkan sistem irigasi," jelasnya.

Meskipun kondisi kemarau, lanjut dia, namun di Sultra, 84 persen daerah persawahan adalah menggunakan pengairan irigasi. Sehingga, bisa teratasi. (lis/adv)

  • Bagikan