Mahasiswa Fakultas Kedokteran UHO Gelar KKN Tematik di Kecamatan Nambo

  • Bagikan

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID-Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo (UHO) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Kecamatan Nambo, Kota Kendari. Kegiatan ini digelar selama dua pekan. Tepatnya, mulai 4 Agustus hingga 16 Agustus 2023.

Ketua Tim KKN Tematik, Fawwaz Rizqullah Rivai mengungkapkan, kegiatan ini fokus pada cegah stunting, melalui edukasi dan skrining tumbuh kembang bayi di Kelurahan Sambuli, Kecamatan Nambo.

Mahasiswa KKN Tematik Fakultas Kedokteran UHO, melakukan skrining pertumbuhan bayi di rumah warga.

"Alasan kami memilih Kelurahan Sambuli sebagai lokasi KKN Tematik, karena berdasarkan data dari UPTD KB Kecamatan Nambo per Februari 2023, jumlah balita dengan stunting terbanyak ada di Kelurahan Sambuli. Jumlahnya mencapai 19 anak," ungkap Fawwaz Rizqullah Rivai dalam keterangan tertulisnya kepada KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID, Senin, 28 Agustus 2023.

Dalam upaya cegah stunting, mahasiswa KKN Tematik Fakultas Kedokteran, melakukan skrining pertumbuhan bayi. Berupa penimbangan berat badan bayi, pengukuran tinggi badan, lingkar lengan atas dan lingkar kepala bayi di dua posyandu yang ada di Kelurahan Sambuli.

"Skrining pertama digelar di Posyandu Putra Harapan yang dilaksanakan 4 Agustus dan skrining kedua di Posyandu Kasih Ibu, pada 10 Agustus," jelasnya.

Tujuan utama kegiatan skrining, lanjut dia, untuk memantau status gizi bayi, mendeteksi dini tumbuh kembang bayi serta mengurangi risiko terjadinya stunting.

"Selain perhatian kepada bayi, juga edukasi kepada ibu dari bayi tersebut. Edukasi ini bertujuan, agar masyarakat memahami lebih dalam mengenai stunting dan langkah pencegahannya," terangnya.

Mahasiswa KKN Tematik Fakultas Kedokteran UHO melaksanakan sosialisasi secara langsung atau door to door kepada masyarakat, mengenai pencegahan stunting dengan ASI eksklusif dan MPASI di tujuh RT dan dua RW Kelurahan Sambuli.

Lebih jauh Fawwaz menjelaskan, setelah skrining pertumbuhan dan edukasi di posyandu, dilanjutkan dengan skrining perkembangan dan asupan gizi bayi. Serta sosialisasi secara langsung atau door to door kepada masyarakat supaya lebih optimal. Fokusnya mengenai pencegahan stunting dengan asi eksklusif dan MPASI.

"Kegiatan tersebut dilakukan di rumah warga di tujuh RT dan dua RW pada Kelurahan Sambuli," imbuhnya. (KP)

  • Bagikan