Sultra Award Kendari Pos 2023

  • Bagikan
Silvester Sili Laba, SH
Silvester Sili Laba, SH

Tokoh Perubahan Sultra 2023, Pemimpin Inspiratif dan Inovatif
Silvester Sili Laba, SH., Kepala Kanwil Kemenkumham Sultra

Profil:
Nama: Silvester Sili Laba, SH
Tempat/Tgl Lahir: Flores Timur - Adonara Lamawolo, 06 Januari 1967
Jabatan: Kepala Kanwil Kemenkumham Sultra
Istri: Dwita Anastasia Deo
Anak:
Maria Lordes Kema Beto
Marta Theresia A. Nauly
Yohanes Paulus Suban Boli
Pendidikan:
-SDK Lamawolo
-SMP Nyiur Melambai Tanah Boleh
-SMA Giovanni Kupang
-Universitas Nusa Cendana
Pengalaman Organisasi Profesi:
2003-2006 (Kasubsi Pengawasan Keimigrasian Kanim Kelas I Medan)
2006-2008 (Kasi Lantaskim pada Kanim Kelas I Kupang)
2008-2011 (Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Atambua)
2011-2014 (Kepala Kanim Kelas I Kupang)
2014-2015 (Kepala Bidang Intelijen Penindakan dan Sistem Informasi Keimigrasian Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Maluku Utara)
2015-2017 (Kepala Bidang Intelijen, Penindakan, Informasi dan Sarana Komunikasi Keimigrasian Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Maluku Utara)
2017-2019 (Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Barat)
2019-2020 (Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham Sumatera Utara)
2020-Sekarang (Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan Ham Sulawesi Tenggara)

Aplikasi SILILABA Terobosan Baru Pemimpin Kaya Ide

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID - Silvester Sili Laba, sosok pemimpin cerdas yang punya segudang (kaya) ide, dalam "melahirkan" terobosan baru, untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. erobosan atau inovasi yang dibuat, dari awal menjabat hingga sekarang sangat dirasakan manfaatnya. Mulai dari enamas, Pojok Ngopi, Pojok Aspirasi, Silaris, SIPANDA, RONEO dan yang terbaru SILILABA.

Terobosan ini dilakukan, demi mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dengan berkinerja tinggi. Ini bagaikan elang terbang cepat dan melesat tinggi ke atas (slogan Kementerian Hukum dan HAM) dan untuk Sulawesi Tenggara, bagaikan Anoa terbang visi jauh ke depan dengan berpedoman pada tata nilai (BerAKHLAK), PASTI (Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan dan Inovatif) yang merupakan tata nilai Kementerian Hukum dan HAM serta KREK sebagai tata nilai Kanwil Sultra (Komitmen, Responsif, Evaluatif dan Komunikatif).

Terobosan ini digagas, sebagai tindak lanjut atas kebijakan Menteri Hukum dan HAM RI, dalam rangka mempercepat reformasi birokrasi yang sering digelorakan pada setiap kesempatan oleh Menteri, Wakil Menteri, Sekretaris Jenderal, Inspektur Jenderal dan seluruh Pimpinan Tinggi Madya sesuai tugas dan fungsinya.

Kakanwil Kemenkumham Sultra, Silvester Sili Laba mengatakan, Aplikasi SILILABA merupakan terobosan dalam dunia digital, untuk memberikan transparansi, baik informasi Lapas/Rutan, Bapas serta Keimigrasian. Sebab, aplikasi ini berisikan informasi kehadiran pegawai perharinya, data warga Binaan Pemasyarakatan, jumlah kunjungan di lapas/rutan, jumlah pembuatan paspor serta jumlah warga asing yang masuk di Sultra (seluruh pelaksanaan tugas dan fungsi). "Aplikasi ini juga, bisa memudahkan kontrol dari setiap Kepala Divisi kepada jajara nnya. Baik di Pemasyarakatan, maupun Imigrasi. Karena aplikasi ini bersifat real time, pelaporan dilakukan setiap hari, sehingga setiap Unit Pelaksana Teknis maupun Kanwil Kemenkumham Sultra dapat dilakukan monitoring dan pengawasan secara terpusat," ujar Silvester Sili Laba.

Kepala Kanwil Kemenkumham Sultra, Silvester Sili Laba menerapkan Program PENAMAS, dengan makan bersama Napi di Lapas Kelas IIA Baubau.

Pucuk pimpinan Kanwil Kemenkumham Sultra ini menginstruksikan, kepada seluruh jajarannya, untuk selalu menjaga marwah organisasi dalam satu tubuh dan satu genggaman rasa, jangan terlena dan kehilangan jati diri, manusia memang tidak ada yang sempurna. Tapi tetap lakukan kinerja dengan hati yang tulus, serta lakukan evaluasi jika menemukan kesalahan.

"Kita memang tidak sempurna, tapi harus berusaha memperbaiki setiap kesalahan yang ada, untuk menjadi lebih baiknya demi organisasi," tegasnya.

Lebih lanjut Silvester menegaskan, seluruh jajaran Kemenkumham di Bumi Anoa, untuk berkinerja tinggi dan menjaga marwah organisasi. "Itu arahan Menkumham dalam setiap kesempatan, melalui Sekretaris Jenderal Hukum dan HAM yang sekarang menjabat sebagai Pj Gubernur Sultra, Komjen Pol (P) Dr. (HC) Andap Budhi Revianto, S.I.K., M.H," jelasnya.

Pria Kelahiran Flores Timur, Adonara Lamawolo ini berharap, dengan adanya aplikasi SILILABA, informasi mengenai pelayanan serta administrasi di lingkup Kanwil Kemenkumham Sultra dapat dijangkau masyarakat.

"Adanya SILILABA ini, dapat menjadi solusi dari setiap masalah yang ada pada sistem palayanan dan informasi kepada masyarakat. Saya harap aplikasi ini, bisa terus dikembangkan dan dijalankan serta bukan hanya sekadar pajangan saja," harapnya. (adv/rah)

Inovasi dan Kemajuan yang Dibangun:

-Membuat program PENAMAS (pendekatan humanis di bidang pemasyarakatan) yaitu makan bersama dengan warga binaan pemasyarakatan dengan lauk yang sama seperti diterima oleh warga binaan pemasyarakatan. Program ini bertujuan, untuk membuat pegawai dan warga binaan pemasyarakatan untuk lebih dekat.
-Membuat inovasi Pojok Aspirasi yaitu membuat suatu wadah penyaluran aspirasi kepada pegawai maupun masyarakat.
-Membuat layanan terpadu di Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tenggara.
-Mendapatkan penghargaan juara III nasional pendaftaran Beneficial Ownership.
-Mendapatkan penghargaan peringkat III satker pelaksanaan anggaran terbaik dari Kanwil DJPB Sultra.
Mendapat penghargaan peringkat I kategori penyelesaian tindak lanjut hasil pengawasan Inspektorat Jenderal.

Tiga Nilai Luhur, Lahirkan Pemimpin Sederhana dan Humanis

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID - Lahir dari kedua orang tua petani yang tak menempuh pendidikan tinggi, tidak menyurutkan langkah dan keinginan putra kelahiran Flores Timur, Adonara Lamawolo ini, untuk bisa berbicara banyak dalam proses pembangunan dan kemajuan Indonesia. Berbekal tekad yang kuat dan tiga nilai luhur yang diwariskan dan ditanamkan oleh orang tuanya, Silvester Sili Laba anak pelosok dari NTT, memulai peraduannya dan kini sukses menjadi Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tenggara yang sederhana dan humanis.

Menjadi Kakanwil Kemenkumham Sultra, tidak didapatkan Silvester semudah membalikan telapak tangan. Akan tetapi didapatkan dari perjuangan yang berat dan peluh yang sangat banyak. Pantang menyerah dan ingin menjadi kebanggaan, menjadikan dia tidak mudah menyerah walaupun perjuangan yang dilalui sangat berat. Mulai dari perjalanan laut yang ditempuh dua minggu bersama sapi-sapi hingga pendidikan Samapta yang dilaluinya dengan kondisi sakit.

Kepala Kanwil Kemenkumham Sultra, Silvester Sili Laba bersama Rektor UHO Prof. Muh Zamrun, Bupati Wakatobi Haliana, Pj Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu saat memeriahkan momen perayaan Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) ke-78 di Kantor Kanwil Kemenkumham Sultra.

"Menjadi bagian dari insan Pengayoman ini, merupakan cita-cita saya sejak muda. Dimana cita-cita ini muncul, ketika saya melihat pegawai Kemenkumham (Dulunya dikenal dengan Departemen Kehakiman /Pejabat Imigrasi) yang gagah-gagah dan memiliki pakaian rapih. Ketika melihat itu, saya mengatakan suatu hari nanti, harus bisa memakai pakaian tersebut dan bisa menjadi insan pengayoman yang memberikan kontribusi banyak untuk masyarakat," ungkap Silvester muda yang saat ini menjabat sebagai Kakanwil Kemenkumham Sultra.

Orang nomor satu di Kanwil Kemenkumham Sultra ini mengungkapkan, kunci sukses hingga bisa seperti sekarang, tidak lepas dari nilai-nilai luhur yang selalu diajarkan oleh orang tuanya. Dimana nilai-nilai luhur ini, masih terus ia amalkan dan tanamkan di dalam sanubarinya.

Silvester Sili Laba menerima kunjungan Lembaga Adat Tolaki (LAT) bersama Pj Kota Kendari, terkait dorongan membangun Kekayaan Intelektual. Sebagai bentuk sinergi antara pemerintah dengan tokoh adat.

"Ketika aku masih kecil, orang tuaku selalu mengajarkan dan menanamkan untuk selalu jaga hati, jaga doa dan yang tidak kalah penting hargailah semua orang atau mahluk Tuhan sekecil apapun dia. Karena dengan menerapkan dan mengamalkan tiga nilainilai tersebut, jalan kita menuju sukses akan dipermudah oleh Leluhur dan Tuhan," jelasnya.

Selain mengajarkan, tiga nilai luhur tersebut, kedua orang tua dari pria kelahiran Flores Timur, Adonara Lamawolo ini juga selalu menanamkan sikap toleransi antar umat beragama. Dimana ini ditanamkan pula sejak masih anak-anak, dengan selalu membantu dan ikut ambil bagian dalam perayaan acara keagamaan.

"Saya selalu diajak oleh ayah saya ikut menjemput (warga/keluarga) yang beragama muslim di pulau Solor Lamakera (Mayoritas Muslim), yang hendak pulang dari tanah suci menjalankan ibadah haji, bersama seluruh orang tua dan tokoh adat di desa. Sedangkan saya berasal dari desa Lamawolo (Mayoritas Katolik) Pulau Adonara berjalan menuju desa Lamahala-Waiwerang Adonara (Mayoritas Muslim) menyeberang ke Pulau Solor untuk menjaga silaturahim, mengedepankan toleransi beragama.

"Ketika kecil, ayah saya selalu mengajarkanku untuk selalu menghormati agama apapun itu. Karena dengan itu, kita bisa terus bersama dan menjaga keharmonisan antar sesama umat Tuhan. Mari kita saling menghargai, saling sayang dan cinta, karena dengan itu, kita bisa membangun negeri tercinta ini, menjadi lebih baik," pungkasnya. (adv/rah)

  • Bagikan