Seleksi CPNS 2024 Buka Formasi Guru

  • Bagikan
Nadiem Makarim (jpnn)
nadiem makarim (jpnn)

--PPPK 419.146 Orang, Fresh Graduate 600 Ribu Formasi

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID - Seleksi calon aparatur sipil negara (CASN) 2024 segera dibuka. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) berupaya mengejar target pengangkatan 1 juta guru dengan status pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Tahun ini jumlah kebutuhan formasi yang dibuka mencapai 419.146 kuota.

Mendikbudristek Nadiem Makarim menyebutkan, pelaksanaan seleksi guru ASN PPPK merupakan wujud komitmen Kemendikbudristek menjalankan arahan Presiden Joko Widodo. Pada 2024, presiden menetapkan kebutuhan ASN secara nasional sebesar 2,3 juta.

”Adapun kuota yang perlu dipenuhi tahun ini adalah 419.146 guru ASN PPPK. Sehingga target 1 juta guru insya Allah dapat terpenuhi,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Pihaknya senantiasa mendorong pemenuhan kebutuhan guru ASN PPPK di sekolah negeri. Salah satunya melalui seleksi guru ASN PPPK. Karena itu, kebijakan tersebut akan terus digulirkan tahun ini. Sebagai informasi, sampai 2023, Kemendikbudristek telah meluluskan 774.999 guru ASN PPPK.

Selain kebutuhan guru, Nadiem menyampaikan kebutuhan usulan formasi PPPK untuk tenaga administrasi sekolah dan pengawas sekolah. Tahun ini terdapat 18.729 formasi pengawas sekolah jenjang ahli muda yang dapat dipenuhi melalui ASN PPPK.

Sebagai informasi, angka 419.146 kuota merupakan kebutuhan guru yang dibuka pemerintah pusat. Pemenuhannya masih bergantung pengajuan formasi dari pemerintah daerah (pemda). Berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, pemda kerap mengajukan jumlah formasi jauh di bawah kebutuhan di daerah dan alokasi dari pemerintah pusat. Tahun lalu, dalam seleksi calon aparatur sipil negara (CASN), formasi untuk guru PPPK hanya berkisar 296.059. Kemudian, pada 2022 sekitar 319.716 formasi.

Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men PAN-RB) Abdullah Azwar Anas menyampaikan, pada seleksi CASN 2024 akan ada porsi yang cukup besar bagi fresh graduate. Terutama yang memiliki kemampuan digital.

Kemen PAN-RB telah menerima usulan kebutuhan ASN dari berbagai instansi pusat dan daerah sebesar 1,38 juta. Dari jumlah tersebut, sudah ditetapkan formasi 1,28 juta untuk memenuhi kebutuhan ASN secara nasional sebesar 2,3 juta secara bertahap. Kebutuhan ASN itu terdiri atas dua kategori, yaitu calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang bisa dilamar fresh graduate dan PPPK untuk tenaga non-ASN dan eks THK II yang telah masuk basis data Badan Kepegawaian Negara (BKN).

”Pada tahun ini, pemerintah membuka ruang untuk fresh graduate yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Karena tahun ini jumlah rekrutmen CPNS-nya relatif lebih besar dibandingkan sebelumnya,” ungkapnya.

Formasinya mencapai sekitar 600 ribu. Penempatannya pun tak terbatas sebagaimana tahun lalu seperti di kejaksaan, Kementerian Luar Negeri, dan lain-lain. ”Ini adalah formasi fresh graduate yang paling besar dalam 10 tahun terakhir,” imbuh Anas.

ASN talenta digital dari kalangan fresh graduate memang jadi salah satu sasaran pada tahun ini lantaran mereka akan dibidik menjadi akselerator mesin birokrasi dan pelayanan publik. Termasuk di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Anas mengungkapkan, arah kebijakan rekrutmen ASN talenta digital didesain berdampak dalam mengakselerasi ekonomi lokal dan nasional. Mulai digitalisasi sektor pertanian, perindustrian, pariwisata, produksi UMKM, hingga perdagangan.

”Sehingga talenta digital yang akan direkrut bukan hanya pada sektor hilir seperti digital marketing, tetapi juga di sektor hulu, di lini produksi seperti pertanian dengan e-farming untuk melipatgandakan nilai tambah ekonomi lokal dan nasional,” paparnya.

Selain talenta digital, pemenuhan SDM di bidang Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dan pemenuhan SDM untuk IKN jadi prioritas di seleksi CASN tahun ini. Untuk SDM APIP, yang dapat direkrut instansi pemerintah antara lain auditor dan pengawas penyelenggaraan urusan pemerintahan di daerah (P2UPD). Sebab, hampir di seluruh daerah tengah kekurangan auditor. ”Karena itu, kami minta auditor dipersiapkan di formasi dengan baik,” katanya.

Untuk IKN, lanjut Anas, presiden meminta ada formasi yang dialokasikan. Dalam pengisian ASN di IKN, ada tiga skenario yang dibuat pemerintah. Yakni, bersumber dari pemindahan ASN kementerian/lembaga satuan kerja pusat. Lalu, formasi CPNS khusus IKN tahun 2024 dan kebijakan afirmatif khusus untuk putra-putri terbaik di wilayah Kalimantan Timur serta mutasi pegawai ASN pemda di wilayah Kalimantan Timur.

Nanti alokasi seleksi nasional ditentukan seusai alokasi ASN khusus dari wilayah Kalimantan Timur disiapkan. Itu sebagai upaya memberi keseimbangan bagi ASN lokal. (mia/c19/fal)

  • Bagikan