dr. Sukirman Figur Ideal di Pilwali

  • Bagikan
dr. Sukirman
dr. Sukirman

--Pengamat : Tidak Ada Petahana di Pilwali

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID - Persaingan figur pada Pemilihan Wali (Pilwali) Kota Kendari 27 November 2024, berpotensi dihuni nama-nama baru. Salah satunya adalah dr.Sukirman, Ketua Ikatan Dai Sulawesi Tenggara (Ikadi Sultra). Kehadiran nama dr.Sukirman dinilai figur ideal di Pilwali.

Pengamat politik Sultra Dr.Muh Najib Husain, S.Sos., M.Si menilai dr.Sukirman merupakan tokoh birokrat. Sosoknya sejak dulu dikenal sangat dekat dengan PKS. Sehingga bisa jadi, hilangnya figur Sulkarnain (mantan Wali Kota Kendari) di gelanggang Pilwali, membuka ruang bagi para figur atau kader-kader PKS maupun simpatisan PKS untuk maju.

“dr.Sukirman adalah simpatisan yang memang dari dulu sangat dikenal sangat dekat dengan PKS. Jadi walaupun dia bukan orang partai, tapi dia sangat dekat dengan PKS. Ketokohannya cukup dikenal, dari dulu fokus dipersoalan kesehatan yang menjadi salah satu skala prioritas yang sangat dibutuhkan oleh warga kota dengan basis pelayanan kota yang selama ini, menjadi modal untuk dia maju,” ujar Dr.Muh Najib kepada Kendari Pos, Minggu (17/3/2024).

Ia menambahkan, hubungan yang sangat harmonis dengan PKS akan menjadi modal bagi dr.Sukirman mendapat pintu jika benar-benar serius maju di Pilwali Kendari.

Dr.Muh Najib mengatakan, munculnya figur baru di Pilkada bukan hanya terjadi di Kota Kendari. Di kabupaten dan kota lainnya di Sultra juga terjadi. Hanya saja magnet yang paling kuat kompetitif atau persaingan figur, dominan tersaji Kota Kendari.

“Pilkada yang paling seksi memang di Kota Kendari. Makanya dengan banyaknya muncul figur-figur baru, seperti dr.Sukirman, Aksan Jaya Putra, Sudirman, Abdul Rahman, itu merupakan sebuah gambaran yang menarik dan akan terjadi persaingan yang lebih sengit nantinya untuk memperebutkan pintu partai,” kata Dr.Muh Najib.

Menurut Dr.Muh Najib, kemunculan beberapa calon ini seperti dr.Sukirman, tidak lain karena melihat konstelasi politik di Kota Kendari tidak ada petahana. Sehingga peluang untuk lahir figur baru, sangat memungkinkan. Yang menarik apakah akan ada pasangan yang berani keluar dari pasangan ideal perkawinan antara dua etnis. “Budaya politik pilkada selama ini, tidak ada pasangan yang berpasangan sesama etnis. Apakah pilkada 2024 ini akan ada berani satu pasangan yang menerobos kebiasaan selama ini tampil walaupun bukan persilangan antara perbedaan etnis,” bebernya.

Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Halu Oleo Kendari menjelaskan, pilkada 2024 agak beda dengan pilkada sebelumnya. Karena di 2024 ini ada pemilih yang cukup mayoritas yaitu pemilih Gen Z dan pemilih milenial, yang harus ditangkap oleh para calon. Makanya tidak heran jika beberapa figur yang tampil dari kalangan muda. Sehingga pilwali Kota Kendari tidak hanya berputar pada sosok-sosok lama, namun muncul figur-figur baru seperti dr.Sukirman, maupun beberapa figur lain.

“Namun ada satu yang mesti dijadikan sebagai barometer di Kota Kendari adanya perkawinan figur dan parpol. Misalnya PAN selalu berkoalisi dengan PKS, bisa jadi kali ini ada perkawinan dengan NasDem. Seperti NasDem, PKS dengan PAN. Sehingga pertarungan lebih dinamis,” jelas Dr.Muh Najib.

Doktor alumni Universitas Gajah Mada (UGM), menguraikan, beberapa strategi politik yang mesti ditempuh para politisi yang berhasrat maju di Pilwali yakni, mesti matang dalam aspek popularitas. Pasalnya, tingkat popularitas yang menjadi angka yang aman bagi seorang calon sekitar 75%. Dan biasanya setiap figur yang bakal maju senantiasa menggambarkan dirinya sebagai 01 untuk menarik simpati pemilih atau masyarakat pada umumnya. Pada perjalanannya, tak sedikit yang awalnya bersosialisasi sebagai 01 namun menjadi 02. “Tak kalah menariknya, figur yang kerap tampil di pilwali Kendari didominasi berlatar belakang politisi. Sangat nihil figur yang muncul berkarakter birokrat. Hal itu karena banyak politisi yang punya basis di kota kendari dibanding para birokrat,” urai Dr.Muh Najib. (ali/b)

MENUJU PILWALI

KANDIDAT
-Pilwali Kendari masih 8 bulan lagi
-Sejumlah kandidat sudah bermunculan
-Sebut saja, politisi Golkar Aksan Jaya Putra (AJP)
-Ada politisi Nasdem Sitya Giona Nur Alam
-Ada pula Ketua Ikatan Dai Sultra dr. Sukirman, M.Kes, MARS, Sp. PA

BANYAK KONEKSI
-dr Sukirman punya banyak koneksi dengan kalangan politisi
-Bukan hanya skala lokal, tapi juga nasional
-dr Sukirman juga sangat memahami kondisi dan segala problematika Kota Kendari
-Hal itu semakin menguatkan dukungan masyarakat kepadanya di Pilwali Kendari

KETOKOHAN
-Ketokohan dr.Sukirman cukup dikenal
-dr.Sukirman sejak lama fokus di sektor kesehatan
-Sektor kesehatan sangat dibutuhkan oleh warga kota dengan basis pelayanan

FIGUR IDEAL
-dr.Sukirman dinilai figur ideal di Pilwali Kendari
-Pengamat politik Sultra menilai dr.Sukirman merupakan tokoh birokrat
-Sosoknya dikenal sangat dekat dengan PKS
-Hilangnya figur Sulkarnain (mantan Wali Kota Kendari) di gelanggang Pilwali, membuka ruang bagi para kader dan simpatisan PKS
-dr.Sukirman adalah simpatisan yang dikenal sangat dekat dengan PKS

KIAN POPULER
-Nama Ketua Ikadi Sultra, dr. Sukirman, belakangan ini kian populer
-Kemunculannya banyak diperbincangkan masyarakat Kota Kendari
-Ia sebagai figur yang humble, suka menolong, dan punya koneksi yang baik dengan banyak kalangan
-dr Sukirman diperhitungkan sebagai salah satu kandidat kuat Wali Kota Kendari

DATA DIOLAH KENDARI POS DARI BERBAGAI SUMBER

  • Bagikan

Exit mobile version