Distannak Siap Distribusi Bantuan

  • Bagikan
BLUSUKAN : Kepala Distannak Sultra, La Ode Muhammad Rusdin Jaya turun meninjau kondisi lahan pertanian. Akibat musibah banjir, puluhan hektar lahan persawahan di Konawe terendam. (DISTANNAK SULTRA FOR KENDARI POS)
BLUSUKAN : Kepala Distannak Sultra, La Ode Muhammad Rusdin Jaya turun meninjau kondisi lahan pertanian. Akibat musibah banjir, puluhan hektar lahan persawahan di Konawe terendam. (DISTANNAK SULTRA FOR KENDARI POS)

--Lahan Pertanian Terdampak Banjir

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID - Musibah banjir tak hanya melanda Kota Kendari. Sejumlah daerah di Sulawesi Tenggara (Sultra) terkena imbas tingginya curah hujan. Akibatnya, lahan pertanian pun ikut tergenang. Menyikapi hal itu, Pemprov Sultra mulai bergerak. Saat ini, Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distannak) Sultra tengah menyiapkan bantuan. Mulai mesin pompa, peralatan mesin pertanian (alsintan) hingga pupuk.

Kepala Distannak Sultra, La Ode Muhammad Rusdin Jaya mengaku sedang menyiapkan bantuan bagi daerah pertanian yang terkena dampak banjir. Bantuan yang disiapkan meliputi pupuk, alsintan dan mesin pompa. Upaya ini bertujuan mempercepat proses pemulihan dan penanaman kembali di area pertanian.

"Dampak perubahan iklim, menyebabkan banjir sehingga menggenang lahan pertanian dan persawahan. Makanya, kami langsung melakukan serangkaian langkah untuk penyediaan bantuan sebagaimana kebutuhan petani yang terkena dampak banjir," kata La Ode Muhammad Rusdin Jaya, Minggu (17/3).

Mantan Kepala Biro Pembangunan Setprov Sultra ini menekankan pentingnya kerjasama lintas sektor terutama OPD terkait di kabupaten/kota. Dengan begitu, persoalan mendasar di lapangan bisa tertangani. Dari data sementara, lahan yang terdampak cukup luas. Salah satunya di Konawe yang mencapai puluhan hektar lahan persawahan.

"Konawe itu merupakan salah satu lumbung pangan di Sultra. Makanya, kami tentu tak tinggal diam. Selain terus memantau, penyuluh pertanian juga ikut mendampingi petani dalam mencari solusi dan mengambil langkah antisipasi," ujarnya.

Program pompanisasi yang telah berjalan sambungnya, cukup efektif menyedot air di lahan pertanian yang terkena banjir. Untuk mempercepat pemulihan, pemerintah juga akan menyalurkan bantuan benih. Mengingat situasi ini akan memengaruhi pola tanam, biaya produksi, hasil sehingga berefek terhadap pendapatan petani.

"Karena itulah, penting bagi kita untuk turun melihat dan memberi bantuan kepada para petani yang terdampak. Di sisi lain, perlu edukasi ke petani agar memilih lokasi tanam yang lebih aman. Kami juga berkomunikasi dengan pihak terkait, termasuk Dinas PUPR, untuk melakukan perbaikan tanggul dan irigasi di wilayah persawahan. Ini bagian dari komitmen pemerintah dalam mendukung keberlangsungan pertanian di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin nyata," pungkasnya. (c/rah)

  • Bagikan