160 Penderita Tuberculosis di Mubar

  • Bagikan
Kepala Dinkes mubar, La Ode mahajaya

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID -- Sebaran penyakit Tuberculosis (TB) atau yang sering disebut sebagai penyakit TBC di Kabupaten Muna Barat (Mubar) cukup tinggi. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mencatat penderita TB di Mubar mencapai 160 kasus. Dari jumlah itu sebanyak 20 orang telah meninggal dunia.

"Catatan dari 2023 sampai dengan Februari 2024 ini kasus TB di Mubar mencapai 160 kasus. Sebanyak 20 orang telah meninggal dunia dan sisanya dalam proses pengobatan," kata Kepala Dinkes Mubar, La Ode Mahajaya saat ditemui di ruang kerjanya Rabu (13/3).
Lanjutnya, tingginya angka penderita penyakit TB di Mubar disebabkan beberapa faktor. Yang pertama adalah kurangnya kesadaran dari masyarakat khususnya penderita TB untuk tertib mengonsumsi obat. Hal itu kemudian mengakibatkan penderita sulit sembuh bahkan penyakit TB yang diderita semakin parah.

"TB memang penyakit berbahaya, tetapi kalau makan obat selama enam bulan berturut-turut tanpa ada yang terlewatkan, insya Allah sembuh. Yang parah itu kalau selama enam bulan makan obat kemudian ada yang dilangkahi (terlewatkan) dan setelah enam bulan kemudian ternyata tidak sembuh, itu berbahaya. TBC yang diderita menjadi penyakit TB resiten. Pemberian obat untuk jangka enam bulan sudah tidak mampan. Jangka konsumsi obatnya naik menjadi satu tahun dan dosis obatnyapun meningkat," jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga mengakui bahwa selama ini tenaga kesehatan yang ditugaskan untuk penanganan kasus TB kurang maksimal dalam bekerja. Untuk itu Dinkes Mubar akan melakukan evaluasi sehingga sebaran penyakit TB bisa ditekan. "Mereka kurang gesit mengejar suspect. Terutama jika dalam satu rumah ada penderita TB, maka kontak serumahnya itu harus diwaspadai. Makanya saya akan evaluasi para programer TB. Kira-kira apa masalahnya sampai penyakit TB ini tidak bisa ditekan," ucapnya.

Mantan Kepala Badan Kepegewaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Mubar itu mengungkapkan bahwa untuk kedepan programer TB diminta lebih aktif dalam mengidetifikasi sebaran penyakot TB dalam masyarakat. "Makanya saya sampaikan pada programer TB misalkan akalau melakukan kunungan rumah dan ada orang batuk, maka langsung diminta dahaknya. Karena menurut kita mungkin itu batuk biasa, tetapi jangan sampai sudah terjangkiti TB. Makanya harus diperiksa," pungkasnya. (ahi/b)

  • Bagikan