Terkendala Review, Pengerjaan Rujab Dilanjutkan

  • Bagikan
Mukramin
Mukramin

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID - Pengerjaan rumah jabatan (Rujab) bupati Kolaka Utara (Kolut), akhirnya bisa dilanjutkan. Proyek senilai Rp.3,7 miliar ini sempat tertunda karena proses review tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Instansi teknis diminta menyesuaikan ulang harga material dan bahan dengan standar yang berlaku. Akhirnya proses lelang proyek Rujab tertunda dan baru Juli 2023, tender itu bisa dirampungkan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kolut, Mukramin, mengatakan, proyek Rujab bupati ditargetkan selesai tahun ini. Sesuai estimasi, pengerjaannya memang dua tahapan. Pertama anggarannya Rp.8,7 miliar (tahun 2022) dan tahun ini memasuki tahap kedua. Total anggaran pembangunan Rujab bupati menyerap biaya Rp.12,3 miliar yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kolut.

"Sudah mulai dikerja. Memang agak terlambat dari jadwal. Sebab harga satuan materialnya harus direview. Aturan memang mengharuskan TKDN disesuaikan, sebagaimana diatur dalam undang-undang nomor 3 tahun 2014 dan peraturan pemerintah nomor 29 tahun 2018. Kebijakan ini juga berlaku pada semua daerah. Makanya, sejumlah proyek infrastruktur di beberapa daerah tertunda. Dibandingkan daerah lain, proyek Rujab Bupati ini terbilang lebih cepat," jelas Mukramin, Selasa (1/8).

Awalnya lanjut mantan Sekretaris PUPR Kolut ini, anggaran yang diporsikan Rp.3,5 miliar. Namun setelah direview, anggarannya ditambah Rp.200 juta menjadi Rp.3,7 miliar. Ketentuan menghitung nilai TKDN ada dalam PP nomor 16 tahun 2018. Kewajiban penggunaan produk dalam negeri minimal 40 persen. Pemenuhan nilai minimal kewajiban penggunaan produk dalam negeri membutuhkan nilai TKDN dan nilai bobot manfaat perusahaan (BMP).

"Kalau tidak ada kendala, pembangunan Rujab Bupati sudah bisa diselesaikan Desember ini. Pengerjaan konstruksinya sudah mulai dikerja tahun 2022 lalu. Tahun ini, kita hanya menuntaskan proyeknya. Rujab Bupati berada satu kompleks dengan Rujab wakil bupati. Sekali lagi saya menyampaikan penyelesaian proyek ini sebagai bentuk komitmen bupati menuntaskan proyek yang ada," kata alumnus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar tersebut.

Untuk diketahui, pengerjaan Rujab bupati ini satu paket dengan Rujab Wabup yang telah dirampungkan lebih dahulu pada akhir tahun 2022. Sementara Rujab bupati masih harus dilanjutkan. Secara keseluruhan, Rujab Wabup menghabiskan anggaran sebesar Rp.6,7 miliar. (mal)

  • Bagikan