Terobosan Burhanuddin Tekan Stunting di Bombana

  • Bagikan
Burhanuddin (tujuh dari kiri), Wakil Ketua DPRD Bombana, Ardi (delapan dari kiri), Sekda Bombana Drs. Man Arfa (delapan dari kanan) dan Forkopimda lingkup Bombana foto bersama dengan seluruh Bapak Bunda Asuh Anak Stunting yang baru dikukuhkan.
Burhanuddin (tujuh dari kiri), Wakil Ketua DPRD Bombana, Ardi (delapan dari kiri), Sekda Bombana Drs. Man Arfa (delapan dari kanan) dan Forkopimda lingkup Bombana foto bersama dengan seluruh Bapak Bunda Asuh Anak Stunting yang baru dikukuhkan.

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID -- Angka prevalensi stunting di Kabupaten Bombana, masih berkisar pada angka 35,3 persen. Di bawah kendali kepemimpinan Burhanuddin, angka tersebut diupayakan bisa turun. Guna mengejar, standar angka prevalensi stunting nasional, sebesar 14 persen pada tahun 2024.

Salah satu bentuk keseriusan Penjabat (Pj) Bupati Bombana, Burhanuddin untuk mempercepat penurunan angka stunting dengan membuat terobosan cerdas. Berupa Program Bapak Bunda Asuh Anak Stunting.

“Program Bapak Bunda Asuh Anak Stunting ini, merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah, dalam mengurangi jumlah anak stunting. Salah satunya melalui intervensi Bapak Asuh,” ungkap Burhanuddin, kemarin.

Program Bapak Asuh, lanjut dia, melibatkan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkab Bombana. Mereka bakal bertanggung jawab, terhadap 3-4 anak yang masuk kategori stunting. Setiap Kepala OPD, bertanggung jawab terhadap pemenuhan gizi yang baik, obat, hingga perhatian. Dengan harapan, anak-anak yang dinyatakan stunting, dapat terlepas dari penyakit gagal tumbuh tersebut.

Pj Bupati Burhanuddin mengukuhkan Kepala OPD lingkup Bombana, sebagai Bapak Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS).

“Jumlah OPD ada 30. Jika satu OPD memegang atau menjadi bapak asuh 3-4 anak, maka Insyaallah, ikhtiar kita dalam menurunkan angka stunting di Bombana bakal lebih efisien. Paling tidak, tugas ini dapat bernilai ibadah untuk membantu generasi muda Bombana,” kata Burhanuddin saat pelaksanaan Aksi 3 Rembuk Stunting sekaligus Pengukuhan Bapak Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS) Kabupaten Bombana, kemarin.

Lebih jauh Burhanuddin menjelaskan, berdasarkan laporan Dinkes Bombana, anak yang berkategori stunting secara keseluruhan, telah terdata dan terpetakan by name by addres. Sehingga, Bapak dan Bunda Asuh, akan lebih mudah melakukan intervensi. Sebab objeknya telah jelas dan diketahui.

“Mari kita bersama-sama, memberi perhatian kepada anak-anak yang menderita stunting. Bapak Asuh ini tidak hanya berlaku bagi Kepala OPD saja, namun juga berlaku pada Camat dan Lurah,” jelasnya.

Burhanuddin mengaku, pemerintah pusat dan daerah, saat ini sangat fokus menekan angka stunting. Berbagai program dan anggaran besar, terus digulirkan untuk menekan penyakit gagal tumbuh pada anak tersebut. Begitupun dengan Kabupaten Bombana.

Namun, diakui Burhanuddin, menekan jumlah penderita stunting, ke angka paling minimal bukan tugas yang mudah. Sebab, stunting pada anak terjadi karena banyak faktor.

Stunting dimulai jauh sebelumnya. Ketika ibu si anak masih remaja. Dilanjutkan dengan kondisi kesehatan ibu semasa hamil, hingga ke-terpenuh-an gizi anak setelah lahir. Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan, namun menurunkan stunting ini bukan hal mudah.

Untuk itu, secara tegas mendorong agar seluruh stakeholder baik ditingkat kabupaten, kecamatan hingga desa, untuk turut serta mengambil andil dalam penurunan angka stunting di Bombana. (adv/idh)

  • Bagikan