Lonjakan Penumpang Mudik Diprediksi H-5

  • Bagikan
Ilustrasi

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID -- Lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah tinggal menghitung hari. Jelang hari H, Dinas Perhubungan (Dishub) Kolaka Utara (Kolut) kian mematangkan berbagai kesiapan mengantisipasi arus mudik khususnya di Pelabuhan Fery Tobaku. Tiap tahun, jalur penyeberangan menuju Siwa banyak dilintasi pemudik menuju wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel).

Hingga kini, penumpang yang menyeberang masih terbilang normal. Diprediksi, lonjakan penumpang baru akan terjadi pada H-5.

Kepala Dishub Kolut, Alauddin Syah, mengaku telah melakukan sejumlah langkah antisipasi arus mudik Tidak hanya secara internal, namun juga berbagai pihak eksternal seperti Polres Kolut dan Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP). Bersama Polres, pihaknya telah membentuk tiga posko pengamanan. Selain Posko di penyeberangan Fery Tobaku, ada juga di perbatasan Sulsel di Kecamatan Batuputih dan wilayah Selatan Watutoru.

“Kami juga berkoordinasi dengan ASDP. Kita ingin pastikan proses penyeberangan berjalan lancar. Jika penumpang melonjak tajam, kita akan tambah armada. Sudah ada, KM Merak yang siap dioperasikan. Penambahan armada menjadi solusi akhir, bila volume penumpang meningkatkan tajam. Sebagai langkah awal, kita hanya akan lakukan penambahan trip. Upaya antisipasi akan dilakukan dengan melihat kondisi di lapangan,” kata Alauddin Syah, Selasa (11/4).

Lonjakan penumpang arus mudik lanjutnya, diperkirakan tak jauh beda dengan tahun 2022 lalu. Peningkatan penumpang mencapai 100 persen atau sekitar 300 penumpang setiap harinya. Untuk memastikan kelancaran, jadwal penyeberangan ferry dipastikan tepat waktu. Sejauh ini, pihaknya mengoperasikan dua armada dengan dua kali penyeberangan setiap hari. Trip pertama pagi pukul 09.00 sedangkan trip kedua siang pukul 12.00 Wita.

Alauddin Syah mengimbau pemudik yang menggunakan kendaraan datang lebih awal sebelum keberangkatan. Apalagi volume kendaraan meningkat. Untuk menyeberang, kendaraan harus tertib dengan mengambil nomor antrean. Langkah ini diambil mencegah adanya kendaraan yang datang belakangan namun berangkat lebih dulu.

Tidak hanya itu, pihaknya juga mengantisipasi oknum yang mencoba memanfaatkan kesempatan dengan menaikkan harga tiket. “Kami pastikan harga tarif penyebrangan tetap normal. Kami akan berupaya menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang fery. Jadi, jam pemberangkatan tidak molor. Kami tegaskan tak ada kendaraan yang saling mendahului. Kalau datang belakang, silahkan antri. Sebab semuanya ingin menyeberang lebih cepat,” tegasnya. (mal)

  • Bagikan