Balitbangda Siap Reorganisasi Jadi Brida

  • Bagikan
Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse (tengah) saat menghadiri penyerahan surat keputusan Majelis Pertimbangan dan Pengendali Mutu untuk mendukung kinerja Balitbangda

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID -- Pembenahan dengan menyusun sejumlah program dan kegiatan untuk memenuhi target-target pembangunan di bidang penelitian, inovasi, serta penyiapan data statistik sektoral, dilakukan pihak Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kota Baubau.

Tugas penting tersebut mendapat dukungan dari segenap stakeholder yang tergabung dalam Majelis Pertimbangan (MP) dan Tim Pengendali Mutu (TPM). Tugasnya untuk menilai, mengendalikan, memberi saran dan masukan serta memastikan kegiatan kelitbangan berjalan sesuatu standar mutu ilmiah, baik dari sisi metodologi maupun substansi.

Saat menghadiri penyerahan surat keputusan Majelis Pertimbangan dan Pengendali Mutu, Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse, mengaku telah meminta kepada pihak Balitbangda untuk berbenah dengan meninggalkan pola-pola penelitian yang tidak implikatif bagi perkembangan kemajuan. Ia telah mendapat laporan jika Balitbangda Kota Baubau baru saja tuntas melakukan desk kajian/penelitian pada seluruh OPD lingkup Pemkot dan telah terjaring 39 judul usulan untuk dijadikan program kegiatan tahun 2024. "Itu merupakan langkah maju, agar kegiatan kelitbangan yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan perencanaan daerah dari OPD, Tentu dokumen yang dihasilkan benar-benar terukur, dinamis dan sesuai kebutuhan perencanaaan pembangunan," harap Baubau-1 tersebut, kemarin.

Diakuinya, pada tahun 2022 lalu, Kota Baubau masih berkategori "kurang inovatif", sesuai hasil penilaian Kementerian Dalam Negeri. Namun saat ini Monianse melihat ada pergerakan yang lebih baik dari dua tahun sebelumnya. "Semoga tahun 2023 Baubau bisa menjadi kota inovatif. Penilaian tersebut justru ditentukan dari jumlah inovasi daerah yang terdata dan menjadi salah satu indikator kinerja utama Balitbangda. Saat ini kita tengah berupaya melakukan reorganisasi untuk mentransformasi Balitbangda menjadi Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida).

"Ini tak mudah diwujudkan, meski ruang untuk itu tersedia cukup besar. Persiapkan dan proses administrasinya, koordinasikan hal teknisnya dan laporkan perkembangannya. Untuk menjadi lebih baik, kadang tidak mudah. Tetapi itu target semua individu dan organisasi. Kita semua harus berkomitmen untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik itu. dan salah satu kalimat kuncinya adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa sekat. Ini bukan sekadar slogan tetapi komitmen bersama, dari pimpinan hingga ke staf,” tandas Monianse. (mel)

  • Bagikan