Empat Tahun Ali Mazi-Lukman Membangun Sultra

  • Bagikan

Sultra Maju, Berkibar di Pentas Nasional

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID -- Wilayah geografi Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencakup wilayah daratan dan kepulauan. Gubernur Sultra Ali Mazi dan Wakil Gubernur Sultra Lukman Abunawas representasi putra kepulauan dan daratan. Konsepsi pembangunan kedua putra terbaik Sultra itu memadukan pembangunan wilayah daratan dan kepulauan. Pengejawantahannya melalui strategi Gerakan Pembangunan Terpadu Daratan dan Kepulauan (Garbarata). Hal tersebut diwujudkan melalui lewat lima pilar program kerja. Hari ini, 5 September, sudah empat tahun duet Ali Mazi dan Lukman Abunawas (AMAN) membangun Sultra.

Gubernur Ali Mazi juga piawai mengibarkan nama Sultra di pentas nasional. Tak terhitung lagi event nasional berhasil digelar Pemprov Sultra sebagai tuan rumah. Deretan penghargaan level nasional pun menghiasi etalase Pemprov, berkat kesuksesan menunaikan program kerja buah dari inovasi dan kreatifitas sang gubernur.

Jargon Garbarata bukan sekadar konsep. Gubernur Ali Mazi memoles wilayah daratan dengan tiga maha karya, pembangunan perpustakaan, jalan wisata Toronipa dan RS Jantung. Wilayah kepulauan pun tak luput dari sentuhan pembangunan Gubernur Ali Mazi. Sebut saja, membangun jembatan penghubung Pulau Buton dan Pulau Muna (Tona) sekira 762,5 meter. Tahun 2022 ini, Gubernur Ali Mazi bersama Wakil Gubernur Lukman Abunawas melahirkan karya monumental, kantor Pemprov Sultra megah dan modern setinggi 112,6 meter.

Infrastruktur jalan provinsi di beberapa kabupaten/kota ditingkatkan. Sumber anggarannya dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pusat. Diantaranya, peningkatan jalan di poros Abuki (Kabupaten Konawe) sekira 3-4 Km. Anggarannya Rp13 miliar. Lalu, rehabilitasi jalan di Buton Utara (Butur)-Buton sebanyak empat titik. Anggarannya dari DAK dan APBD Provinsi sekira Rp40 miliar. Selanjutnya rehabilitasi pembangunan jalan di sejumlah daerah. Pemprov Sultra optimistis kelaikan jalan beroperasi tahun 2022 ini naik hingga 86 persen. Anggaran yang disediakan sekira Rp100 miliar. Sejauh ini, sudah 825,49 kilometer jalan provinsi berkategori mantap (baik/sedang).

Sektor pertanian, perkebunan, perikanan, kelautan, pertambangan pun tak luput dari perhatian duet AMAN. Pembangunan sektor suprastruktur seperti peningkatan kualitas sektor pendidikan, kesehatan, agama, budaya, dan sosial mendapat sentuhan. Alokasi anggaran diporsikan untuk pembangunan dan peningkatan aspek suprastruktur.

Lima pilar program prioritas Aman itu yakni Sultra Sehat, Sultra Cerdas, Sultra Produktif, Sultra Beriman dan Berbudaya dan Sultra Peduli. Melalui Sultra Sehat, Gubernur Ali Mazi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Hal itu diwujudkan dengan menghadirkan Rumah Sakit Jantung, Otak, dan Pembuluh Darah bertaraf internasional dan terbesar di kawasan Indonesia Timur. "Kami merintis pembangunan RS Jantung ini untuk memudahkan masyarakat Sultra dan sekitarnya mendapatkan akses pengobatan dan perawatan memadai," ujar Gubernur Ali Mazi.

Gubernur Ali Mazi menginginkan anak-anak Sultra menjadi generasi penerus bangsa yang tumbuh cerdas dan berkualitas. Untuk itu, Gubernur Ali Mazi melalui program Sultra Cerdas menyiapkan beasiswa belajar ke luar negeri bagi pelajar berprestasi di Sultra. Gubernur Ali Mazi melalui Dinas Dikbud Sultra bekerja sama denngan Sampoerna University, dan The University of Arizona Global Amerika Serikat.

"Mahasiswa Sultra mengikuti perkuliahan selama 10 minggu di University of Arizona dalam rangka mengenal budaya di Arizona. Delapan mahasiswa terbaik berhasil mengikuti Program Beasiswa Sampoerna pada Tahun 2019 dan 2020, dan dinyatakan layak mengikuti Summer Programming Classes di The University of Arizona, Amerika Serikat," ungkap Gubernur Ali Mazi.

Dalam progam Sultra Produktif, Gubernur Sultra Ali Mazi bertekad menyejahterakan rakyat dengan pengentasan pengangguran. Melalui Sultra Job Fair 2022, Gubernur Ali Mazi memfasilitasi para pencari kerja untuk mendapat pekerjaan yang layak. Total sebanyak 107 posisi di 20 perusahaan swasta di Bumi Anoa berhasil diisi oleh para pencari kerja lokal. "Penempatan tenaga kerja didasarkan atas prinsip kemanusiaan, demokrasi dan the right man on the right place," kata Gubernur Ali Mazi.

Selain itu, Gubernur Ali Mazi memberikan pendampingan peningkatan skill pekerja dengan menggandeng Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kendari menggelar kegiatan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Institusional Non Boarding.

"Kami yakin pelatihan yang diberikan bisa meningkatkan sinergitas antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, serta dunia usaha dan dunia industri, dalam upaya mengurangi pengangguran, demi mewujudkan Sultra yang aman, maju, sejahtera dan bermartabat," tutur Gubernur Ali Mazi.

Gubernur Sultra dua periode itu menjelaskan, program Sultra Beriman dan Berbudaya diwujudkan dengan memberangkatkan 30 imam masjid dan guru mengaji menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci, Makkah.
Selain itu, Sultra Beriman dan Berbudaya diimplementasikan melalui dukungan pemerintah terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan dan budaya. Tujuannya, utuk memupuk kerukunan antarumat beragama, dan antarsuku.

Terakhir, Sultra Peduli. Pandemi Covid-19 memberikan tekanan yang luar biasa diberbagai sektor. Sebagian besar masyarakat merasakan dampak dari penyebaran wabah yang menyerang sistem pernapasan itu.


Atas dasar itulah, Pemprov Sultra menyalurkan berbagai program bantuan sosial yang merupakan implementasi dari Sultra Peduli. Masyarakat diberikan bantuan bahan pangan, bantuan langsung tunai, modal usaha, hingga alat pelindung diri agar bisa terhindar dari penularan Covid-19. (ags/b)

  • Bagikan