Tangguh di Tengah Bencana

  • Bagikan
FADLIL SUPARMAN Kepala BPBD Kota Kendari
FADLIL SUPARMAN Kepala BPBD Kota Kendari

-- Petakan Daerah Rawan, Edukasi Masyarakat

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID - Bencana bisa datang kapan saja. Untuk itulah, kesiapsiagaan dan upaya mitigasi menjadi poin urgen. Apalagi posisi Kota Kendari yang masuk zona merah bencana hidrometereologi. Pembangunan yang tidak memperhatikan dampak ekologi plus adanya perubahan iklim global bisa semakin memperparah risiko bencana.

Sebagai leading sektor, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kendari punya tanggungjawab besar. Sederet langkah strategis dalam mengantisipasi dampak dan meminimalisir risiko kerugian serta korban. Tidak melengkapi peralatan dan meningkatkan kemampuan personil, BPBD turut berkolaborasi dengan berbagai lintas sektor dalam langkah mitigasi dan penanganan bencana.

Selasa (14/5), pemegang tongkat komando di BPBD Kota Kendari Fadlil Suparman bertandang di Graha Pena. Kedatangan pria ramah ini untuk memenuhi undangan sebagai narasumber tampil pada podcast Kendari Pos (KP) Channel. Kunjungannya disambut jajaran manajemen Kendari Pos. Perbincangan menarik bersama Fadlil Suparman di studio mini KP Channel dipandu Wakil Direktur (Wadir) Kendari Pos Awal Nurjadin.

Kepala BPBD Kota Kendari Fadlil Suparman bersama Wakil DIrektur Kendari Pos Awal Nurjadin tampil di Podcast Kendari Pos Channel, Selasa (14/5). Dialog tersebut mengangkat isu kesiapsiagaan dan mitigasi yang diupayakan oleh BPBD Kota Kendari dalam menghadapi bencana alam.
Kepala BPBD Kota Kendari Fadlil Suparman bersama Wakil DIrektur Kendari Pos Awal Nurjadin tampil di Podcast Kendari Pos Channel, Selasa (14/5). Dialog tersebut mengangkat isu kesiapsiagaan dan mitigasi yang diupayakan oleh BPBD Kota Kendari dalam menghadapi bencana alam.

Saat tampil di podcast, Fadlil Suparman menjabarkan upaya BPBD dalam mengantisipasi bencana. Dari hasil pemetaan, hampir seluruh wilayah Kendari berpotensi mengalami berbagai jenis bencana. Mulai banjir, tanah longsor, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, tsunami serta gelombang pasang.

Kajian risiko bencana yang disusun BPBD, 11 kecamatan masuk zona rawan. Kecamatan Kendari dan Kendari Barat memiliki potensi mengalami banjir dan tanah longsor. Kecamatan Wuawua, Kadia, Baruga, Kambu, dan Poasia juga berpotensi tinggi mengalami banjir. Sementara itu, Kecamatan Abeli dan Nambo relatif lebih aman dari ancaman banjir.

“Namun, dalam kejadian banjir kemarin, daerah Abeli, Lapulu, Pudai, dan Poasia juga terdampak banjir karena bertepatan dengan kondisi pasang air laut,” ujar Fadlil Suparman ketika tampil di podcast KP Channel.

Kiri-kanan: Manager Online dan Medsos Kendari Pos Yusif Herianto, Wadir Kendari Pos Awal Nurjadin, Kepala BPBD Kota Kendari Fadlil Suparman dan Manager Iklan Kendari Pos Nursyamsi Abidin foto bersama usai dialog dalam program podcast.
Kiri-kanan: Manager Online dan Medsos Kendari Pos Yusif Herianto, Wadir Kendari Pos Awal Nurjadin, Kepala BPBD Kota Kendari Fadlil Suparman dan Manager Iklan Kendari Pos Nursyamsi Abidin foto bersama usai dialog dalam program podcast.

Di sisi lain Kecamatan Nambo, Abeli dan Poasia memiliki potensi gempa bumi dan tsunami karena berada dekat dengan sesar aktif di Palu dan Kabupaten Konawe. Meskipun Kota Kendari telah merasakan gempa bumi, intensitasnya masih di bawah skala lima. Untuk menghadapi berbagai potensi bencana, BPBD fokus pada langkahlangkah antisipasi dan kesiapsiagaan.

Visi BPBD adalah mewujudkan ketangguhan daerah dalam menghadapi bencana melalui peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengedukasi masyarakat tentang potensi bencana dan langkah-langkah mitigasi yang dapat diambil.

“Tahun ini, kami berencana menetapkan beberapa kelurahan sebagai kelurahan tangguh bencana, terutama di daerah rawan bencana. Kami akan mengedukasi masyarakat, membuat jalur-jalur evakuasi, dan bekerja sama dengan dunia pendidikan untuk mengimplementasikan program Satuan Pendidikan Aman Bencana,” jelas Fadlil.

"Program ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang mitigasi bencana kepada siswa SD, SMP, dan SMA agar mereka paham langkahlangkah yang harus diambil sejak dini,"tambahnya.

BPBD tengah merencanakan pemasangan sistem peringatan dini di beberapa sungai yang berpotensi menyebabkan banjir, seperti Kali Kampung Salo, Kali Sodohoa, Kali Kadia dan Kali Wanggu. Sistem ini akan mengirimkan pemberitahuan langsung ke ponsel masyarakat setempat jika ketinggian air mencapai batas yang berbahaya.

Banyak yang dibahas pada podcast bersama Kepala BPBD Kota Kendari Fadlil Suparman. Namun Untuk lebih lengkapnya, ada baiknya, nonton langsung di kanal You Tube KP Channel. Bisa membaca di harian cetak Kendari Pos edisi hari ini dan jejaring media online Kendari Pos. (c/rah/mal)

  • Bagikan