Support Pengembangan Produk

  • Bagikan
H. Belli Kadis Pariwisata Sultra
H. Belli Kadis Pariwisata Sultra

-- UMKM Unggulan Daerah

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID - Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) komitmen mendukung (support) pengembangan produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) daerah. Berbagai kegiatan, event, dan pelatihan yang dilakukan, muaranya untuk memperkenalkan produk UMKM kepada masyarakat, sekaligus sebagai sarana peningkatan nilai produk.

Produk unggulan dari kota Kendari dengan kain tenun khasnya.

Gelaran Pekan Produk Unggulan Sultra 2024 yang saat ini masih berlangsung di Kawasan Eks MTQ Kendari, juga sebagai salah satu bentuk dukungan Dinas Pariwisata Sultra kepada pelaku UMKM daerah.

Kepala Dinas Pariwisata Sultra, H. Belli Tombili menjelaskan, Sultra punya produk UMKM unggulan yang luar biasa. Setiap kabupaten/kota punya produk khas dan keunggulan masing-masing.

Prodak unggulan dari Kabupaten Konawe memamerkan kerajinan tangan dibuat dari Agrek hutan atau Sorume.

“Produk unggulan masing-masing daerah ini yang harus terus kita kembangkan. Selain meningkatkan kualitas produknya, tapi juga memasifkan promosinya ke masyarakat maupun luar daerah,” ungkap H Belli.

Produk-produk unggulan dipamerkan di stand Dinas Pariwisata Sultra.

Belli menegaskan, akan terus berkomitmen mendukung pelaku ekonomi kreatif. Salah satu caranya, dengan memfasilitasi kegiatan seperti Pekan Produk Unggulan ini, supaya meningkatkan nilai penjualan mereka.

“Kita terus mendorong supaya pelaku UMKM lebih meningkatkan produk-produknya, sehingga dapat bersaing di pasar nasional maupun mancanegara,” harapnya.

Produk UMKM dari Kabupaten Buton

Untuk diketahui, Pekan Produk Unggulan Sultra berlangsung selama tiga hari di Kawasan Eks MTQ Kendari. Berbagai produk unggulan masing-masing daerah ditampilkan. Masyarakat juga sangat antuasias hadir di lokasi.

Tercatat ada 25 stand produk di acara Pekan Produk Unggulan Sultra. Terdiri dari 17 stand produk kabupaten/kota, lima stand UMKM, satu stand Dispar Sultra, dan lainnya.

Stand Pemkab Buton misalnya menampilkan, tenun khas Buton, kerajinan anyaman dari olahan nentu, olahan rumput laut, ikan teri, minyak sereh hingga kerang mutiara.

Kemudian, Pemkab Butur menampilkan produk madu VCO, kopi Butur, kripik singkong dan kripik pisang, serta tas anyaman dan kain tenun.

Tak hanya itu, ada juga hasil olahan jambu mete seperti mete coklat, mete original, dan mete gula Mekah. Daerah lain yang juga menampilkan produk UMKM nya adalah Konawe Selatan (Konsel). Produk yang dipasarkan mulai dari anyaman, jajanan makanan ringan, seperti keripik kue kering, hingga olahan kopi dengan brand “Coffe Robek”. Selain itu, stand pameran juga menampilkan kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat setempat.

Produk unggulan dari Kabupaten Konawe Selatan memamerkan hasil kerajinan tangan.

Kepala Dinas Koperasi dan UM KM Konsel Agustiana Melamba mengatakan, stand itu merupakan kolaborasi antara Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perindag, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kominfo, Dinas Pariwisata dan BRIDA Kabupaten Konsel.

Produk unggulan dari Kabupaten Konawe Selatan memamerkan hasil kerajinan tangan.

“Pameran tersebut merupakan ajang yang membanggakan bagi masyarakat Konsel yang menampilkan berbagai produk kearifan lokal dan keindahan alam Konawe Selatan,” ungkapnya saat dikonfirmasi, kemarin.

Ia menambahkan bahwa kehadiran produk-produk unggulan Konsel dalam pameran ini menunjukan potensi besar masyarakat setempat dalam membangun ekonomi kreatif.

Produkunggulan dari Kabupaten Muna memiliki dres berbahan tenun dengan motif Sayap.

Selain tiga daerah itu, yang lain juga menampilkan produk unggulan masingmasing. Misalnya Muna dengan kain Tenun Masalili yang terkenal.

Prodak UMKM unggulan dari Kabupaten Kolaka Utara, modelnya sendiri mengguna baju berbahan kain tenun dengan motif Patowonua.

Pemkab Koltim lebih keren lagi. Mereka menampilkan 21 produk unggulan dalam kegiatan tersebut. Produk UMKM dimaksud diantaranya tenun berbahan dasar anggrek sorume khas Koltim yang telah menasional, kemudian gula aren cair dan bubuk. Selain itu, Koltim juga punya produk lokal bihun berbahan dasar sagu, sarabba bubuk, dan madu hutan asli. (rah/ndi)

  • Bagikan

Exit mobile version