Sekda Dorong Program Pendidikan Berkualitas

  • Bagikan
Sekda Sultra Asrun Lio (kiri) didampingi Kepala BPMP Sultra Junaiddin Pagala (kanan) menyerahkan cendera mata kepada perwakilan peserta Rakor Dinas Pendidikan se-Sultra di Hotel Claro Kendari, Selasa (27/2/2024), malam.(RAHMA SAFITRI HASLIM / KENDARI POS)
Sekda Sultra Asrun Lio (kiri) didampingi Kepala BPMP Sultra Junaiddin Pagala (kanan) menyerahkan cendera mata kepada perwakilan peserta Rakor Dinas Pendidikan se-Sultra di Hotel Claro Kendari, Selasa (27/2/2024), malam.(RAHMA SAFITRI HASLIM / KENDARI POS)

--BPMP Gelar Rakor Dinas Pendidikan se-Sultra

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID -- Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra Asrun Lio mendorong pentingnya pendidikan berkualitas sebagai fondasi utama dalam membangun bangsa yang berkualitas.

Pendidikan yang berkualitas akan menghasilkan bangsa yang berkelas. Oleh karena itu, kita perlu memperhatikan dengan baik urusan memajukan pendidikan baik melalui pembinaan guru, siswa, maupun pengaturan kurikulum yang sesuai,”kata Asrun Lio saat membuka rapat koordinasi (Rakor) Dinas Pendidikan se-Sultra di Hotel Claro Kendari, Selasa (27/2/2024), malam.

Rakor yang digelar Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Sultra itu untuk membangun sinergisitas dan kolaborasi pelaksanaan program kerja tahun 2024. Rakor Dinas Pendidikam se-Sultra berlangsung selama 3 hari, mulai 27 hingga 29 Februari 2024.

Dalam kesempatan itu, Sekda Sultra Asrun Lio menjelaskan, salah satu fokus utama dalam memajukan pendidikan adalah memastikan ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai, seperti laboratorium dan fasilitas pembelajaran lainnya. “Investasi dalam sarana dan prasarana pendidikan akan secara langsung mempengaruhi kualitas pembelajaran dan prestasi siswa,” ujarnya.

Namun, tantangan dalam mendistribusikan tenaga pendidik yang merata di seluruh wilayah tetap menjadi perhatian utama. Sekda Sultra Asrun Lio mengungkapkan upaya pemerataan distribusi guru pernah dilakukan melalui sebuah aplikasi, namun tidak berhasil dipertahankan.

“Kita perlu memastikan agar distribusi guru merata di seluruh wilayah, sehingga tidak ada daerah yang kekurangan tenaga pendidik. Mari tingkatkan kualitas dan mutu pendidikan kita,” tegas Sekda Sultra Asrun Lio.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra itu menekankan pentingnya penegakan aturan dan pemberian sanksi bagi guru yang tidak memenuhi standar atau tidak mematuhi regulasi yang ada. Menurutnya, jangan lagi ada guru yang dengan sengaja tak masuk mengajar. “Hal ini merupakan bagian dari upaya untuk memastikan bahwa program pendidikan berjalan dengan baik dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkanm” tutur Sekda Sultra Asrun Lio.

Sementara itu, Kepala BPMP Sultra Junaiddin Pagala, menngapresiasi partisipasi seluruh pihak dalam rakor ini. Dia menyoroti pentingnya dukungan dari seluruh pihak terkait dalam mewujudkan programprogram pendidikan yang telah ditetapkan, khususnya dalam implementasi Merdeka Belajar yang kini telah memasuki tahun kelima.

“Rakor ini kami laksanakam dalam rangka merefleksi kebijakan Kemendikbud Ristek yang telah kami laksanakan tahun sebelumnya hingga tahun 2023 dan akan kita sinergikan dengan kegiatan tahun 2024,”ujar Junaiddin Pagala.

“Kita berharap kegiatan ini dapat menghasilkan kolaborasi, komitmen Pemda dalam rangka mengimplementasikan kegiatan Merdeka Belajar di Sultra,” sambung Junaiddin Pagala.

Ia juga menegaskan komitmen BPMP Sultra dalam mendukung kegiatan Merdeka Belajar melalui berbagai program yang telah dijalankan. Dengan kolaborasi yang baik antara berbagai pihak terkait, diharapkan program-program pendidikan dapat berjalan dengan lancar dan menghasilkan prestasi yang membanggakan.

“Melalui rakor ini pula diharapkan dapat menciptakan kesamaan persepsi, dan komitmen bersama khususnya untuk melahirkan peraturan kepala daerah (Perkada) dalam mengawal implementasi Merdeka Belajar,” ungkap Junaiddin Pagala.

Dia menjelaskan saat ini 14 dari 17 pemerintah daerah kabupaten/kota yang menghadirkan Perkada Merdeka Belajar. “Alhamdulillah, secara nasional Sultra telah melahirkan Perkada tentang merdeka belajar. Dari 17 kabupaten/kota se Sultra, sudah 14 pemda yang melahirkan itu. 3 kabupaten lainnya akan kita dorong agar tahun ini bisa tuntas Perkadanya sebagai bentuk dukungan daerah terhadap program Kemedikbud Ristek,” jelas Junaiddin Pagala.

Selain itu, dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, salah satu langkah yang diambil adalah peningkatan kualifikasi guru melalui optimalisasi guru penggerak. Hal ini dianggap sebagai langkah strategis untuk memastikan bahwa setiap guru di sekolah memiliki kompetensi yang memadai.

“Dengan demikian, melalui sinergisitas antara berbagai pihak terkait dan komitmen untuk menjalankan program-program pendidikan yang telah ditetapkan, diharapkan Sultra dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan mencetak generasi yang unggul dan berprestasi dalam berbagai bidang,” pungkas Junaiddin Pagala. (rah/b)

  • Bagikan

Exit mobile version