Gandeng RSJ Sultra, Unsultra Tanggap Gangguan Mental Pasca Pemilu

  • Bagikan
Suasana Diskusi tentang tanggap gangguan mental pasca Pemilu dan atensi terhadap narkoba kerjasama dengan Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). (EWIN ENDANG SAHPUTRI/KENDARI POS)
Suasana Diskusi tentang tanggap gangguan mental pasca Pemilu dan atensi terhadap narkoba kerjasama dengan Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). (EWIN ENDANG SAHPUTRI/KENDARI POS)

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID - Rektor Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra), Prof. Dr. Andi Bahrun, M.Sc., Agric., menginisiasi diskusi tentang tanggap gangguan mental pasca Pemilu dan atensi terhadap Narkoba kerja sama dengan Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), beberapa waktu lalu.

Rektor Unsultra, Prof. Dr. Andi Bahrun, M.Sc., Agric., mengatakan bahwa secara statistik kejadian stres, depresi, dan sejenisnya cenderung meningkat setelah Pemilu. Bahkan seringkali gangguan mental ini menjadi viral bahkan ada yang sampai mengalami tindakan bunuh diri.

"Tahun politik turut ditandai meningkatnya kekhawatiran dan kecemasan banyak orang mulai dari calon pimpinan, caleg, penyelenggara Pemilu dan keluarga caleg pasti mengalami hal tersebut," ujarnya.

Prof Andi Bahrun menjelaskan, bahwa gangguan mental bisa terjadi mengingat jumlah uang yang dikeluarkan dalam proses Pemilu yang tidak sedikit bisa mencapai puluhan juta hingga milyaran rupiah bahkan dengan cara meminjam atau menggunakan aset pribadi. Keadaan ini, secara psikologis berpotensi mengganggu kehidupan pribadi seseorang dan keluarga. Belum lagi jika keluarga, sahabat gagal memberikan support, bahkan lebih parah lagi jika keluarganya ikut menekan dan atau menyalahkan, sehingga dikhawatirkan bisa berakibat fatal.

"Kita berdoa dan berharap tidak ada lonjakan pasien yang mengalami gangguan kejiwaan pasca Pemilu nanti. Kegiatan diskusi bertujuan untuk bisa mensosialisasikan bahwa gangguan mental seperti halnya gangguan kesehatan lainnya untuk tidak ragu dan malu un- tuk konsultasi atau pergi ke RSJ. Karena selama ini ada stigma di masyarakat jika sudah konsultasi ke RSJ sudah dicap gila," jelasnya.

Prof Andi Bahrun menyebut, bahwa kegiatan tersebut diharapkan memberikan warning atas edukasi kepada masyarakat khususnya para calon pemimpin, caleg, tim sukses, penyelenggara pemilu dan lainnya agar tips yang disampaikan narasumber bisa dijadikan bahan untuk mengelola diri dan selalu berpikir positif serta jangan terus larut dengan masalah dan kekhawatiran.

"Kita berharap pihak RSJ juga benar-benar siap dan mempersiapkan segala sesuai jika benarbenar banyak yang mengalami gangguan jiwa pasca pemilu," beber Mantan Ketua Universitas Terbuka Kendari ini.

Sementara itu, Direktur RSJ Sultra dr. Putu Agustin Kusumawati mengungkapkan, dia berterimakasih dan mengapresiasi kepedulian Unsultra terhadap peluang gangguan mental pasca Pemilu dan penyalahgunaan Narkoba. Sekiranya ada pasien gangguan mental, RSJ Sultra telah menyiapkan ruangan bagi calon legislatif (caleg) yang depresi karena gagal dalam kontestasi Pileg 2024.

"Nantinya, mereka bisa menjalani perawatan dengan pasien lainnya maupun secara privat. Saat ini di rumah Rumah Sakit Jiwa Sultra memiliki 143 tempat tidur yang siap menampung para caleg gagal dan mengalami depresi. Ada beberapa tipe kelas perawatan yang bisa dipilih. Kami selalu siap, ada pemilu atau tidak, RSJ Sultra selalu siap melayani pasien. Mudahan-mudahan para calon tidak ada yang gangguan mental pasca pemilu itu yang kita harapkan," harap dr Putu Agustin. (win/b)

  • Bagikan

Exit mobile version