DPMD Latih 120 Aparatur Desa Lingkup Buton Selatan

  • Bagikan
Kepala DPMD Sultra I Gede Panca (kiri), Wakil Ketua DPRD Sultra Nursalam Lada (tengah), dan Asisten 1 Setda Provinsi Sultra, Suharno saat mengikuti pembukaan pelatihan aparatur desa.
Kepala DPMD Sultra I Gede Panca (kiri), Wakil Ketua DPRD Sultra Nursalam Lada (tengah), dan Asisten 1 Setda Provinsi Sultra, Suharno saat mengikuti pembukaan pelatihan aparatur desa.

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID - Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Provinsi Sultra melatih 120 aparatur desa lingkup Kabupaten Buton Selatan di Hotel Sahid Azizah Kendari. Mereka berasal dari 60 desa se- Kabupaten Buton Selatan.

Kepala DPMD Provinsi Sultra, I Gende Panca mengatakan, pelatihan ini dilakukan agar aparatur desa dapat mengelola desa dengan baik.

Asisten 1 Setda Provinsi Sultra, Suharno saat membuka pelatihan aparatur desa lingkup Pemkab Buton Selatan di Hotel Sahid Azizah Kendari.

“Kabupaten Busel sebenarnya bukan lokus Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3BD), makanya DPMD Sultra menganggarkan agar aparatur desa se Kabupaten Busel merasakan pelatihan yang sama. Sehingga, dapat menjamin pemerataan kualitas individu aparatur desa,” ungkap I Gede Panca.

Aparat desa dari 60 desa di Buton Selatan mengikuti pelatihan pengelolaan keuangan desa yang digelar DPMD Sultra, kemarin.

Menurutnya, dari pelatihan ini, 120 aparatur desa tersebut, bisa memahami regulasi managemen pedesaan. Lalu terampil dalam merencanakan pembangunan desa, mengelola keuangan desa serta menyusun peraturan desa.

“Terpenting juga mereka bisa menyusun laporan pertanggungjawaban pemerintahan desa sesuai ketentuan,” jelasnya.

Kepala Bidang Pemdes /Kelurahan DPMD Sultra, LM Sya’ban, S.STP menambahkan, kegiatan ini merupakan bentuk dukungan DPMD Sultra terhadap program pemerintah yakni P3BD. Program ini untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa.

Lanjut dia, pelatih dalam kegiatan ini merupakan tenaga pelatih dari BPMD Sultra yang sudah tersertifikasi dari Kemendagri dan telah mengikuti training of trainer dan management of training. “Kurikukum kami menggunakan standar P3BD,” paparnya. (adv)

  • Bagikan

Exit mobile version