Sultra Award Kendari Pos 2023

  • Bagikan
(Ka-Ki) Nurfitrah Edyansyah, S.STP. (Kabid. Fisik dan Prasarana), Ir. La Ode Muh. Alwi, M.Si (Kabid. Pembangunan Manusia dan Masyarakat), Hasrullah, S.STP., M.Si. (Kabid. Perencanaan Makro), J.Robert,ST.,M.T (Kepala Bappeda Sultra), Wa Ode Muslihatun, SE, MA. (Sekretaris Bappeda Sultra), La Ode Muh. Umul Zaman, S.ST., M.Si., (Kabid. Ekonomi dan SDA).
(Ka-Ki) Nurfitrah Edyansyah, S.STP. (Kabid. Fisik dan Prasarana), Ir. La Ode Muh. Alwi, M.Si (Kabid. Pembangunan Manusia dan Masyarakat), Hasrullah, S.STP., M.Si. (Kabid. Perencanaan Makro), J.Robert,ST.,M.T (Kepala Bappeda Sultra), Wa Ode Muslihatun, SE, MA. (Sekretaris Bappeda Sultra), La Ode Muh. Umul Zaman, S.ST., M.Si., (Kabid. Ekonomi dan SDA).

Tokoh Perubahan 2023, "Birokrat Berdedikasi"
J. Robert, Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Tenggara

Pengabdian Tulus Perancang Andal

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID - Pembangunan sarana infrastruktur di Sulawesi Tenggara (Sultra) menggeliat. Dalam lima tahun terakhir, telah terbangun tiga mega proyek yang kini menjadi legacy bagi daerah. Tiga mega proyek itu adalah jalan wisata Kendari-Toronipa, Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Daerah (RSJPDO Oputa Yi Koo) serta Perpustakaan Bertaraf Internasional.

Kehadiran tiga proyek prestisius itu tak lepas dari konsep dan gagasan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sultra, J. Robert. Ia menjadi salah satu sosok pendorong geliat pembangunan daerah saat ini.

Foto bersama usai menggelar FGD perencanaan dan penganggran pembangunan Prov. Sultra Tahun 2024

Robert mengungkapkan, mega proyek yang dihadirkan merupakan bentuk kontribusi dan pengabdiannya kepada daerah. Ia tak sendiri, beberapa instansi lain turut menggagas kehadiran pusat layanan masyarkat itu. "Saya adalah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN). Apa yang dipersembahkan adalah murni untuk keperluan masyarakat dan bukan untuk mengejar jabatan. Kami yakin, tiga mega proyek ini bisa bermanfaat bagi seluruh masyarakat," kata Robert. (ags/adv)

Profil Tiga Mega Proyek Pemprov Sultra

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID - Ruas jalan mulus bagai tol membentang sepanjang 14 kilometer dari Kota Kendari menuju destinasi wisata Toronipa. Pembangunan jalan itu untuk mendukung pengembangan kawasan pariwisata terpadu yang berpusat di Pantai Toronipa. Jalan tersebut mulai dibangun pada 2019 lalu. Peletakan batu pertama oleh Gubernur, H. Ali Mazi pada 3 September 2019. Jalan berdimensi lebar 27 meter itu terbagi menjadi empat jalur dan tak hanya ramah dan nyaman bagi para pengemudi kendaraan bermotor, tetapi juga bagi pesepeda dan pejalan kaki.

Material jalan dibangun menggunakan kontruksi beton. dengan anggaran Rp 1,1 triliun bersumber dari APBD Sultra serta pinjaman PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Dalam masterplan kawasan Toronipa, Pemprov memasukkan arsitektur lokal. Selain untuk menguatkan konsep pariwisata, juga mengangkat identitas kearifan lokal. Identitas itulah yang menjadi pembeda dan daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung.

Selain aksesibilitas jalan, Pemprov juga menyiapkan pelabuhan wisata, air bersih, energi listrik, jaringan internet dan pengelolaan persampahan. Dengan aksesibilitas ke destinasi wisata ini akan menghidupkan industri pariwisata berupa hotel, resort, restoran dan UMKM. (*/ags)

Perpustakaan Bertaraf Internasional

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID - Fasilitas itu mulai dibangun pada 5 Agustus 2019, ditandai peletakan batu pertama oleh Gubernur, H. Ali Mazi pada lahan yang sebelumnya bagian dari Taman Budaya Sultra. Bangunan setinggi tujuh lantai ini menghabiskan anggaran senilai Rp 70 miliar, bersumber dari APBD Sultra. Arsitektur gedung ini unik perpaduan modern dan kearifan lokal. Gedung tersebut bukan hanya menjadi pusat baca bagi masyarakat, melainkan juga untuk sentra wisata edukasi. Konsep wisata edukasi dipilih untuk meningkatkan minat masyarakat serta pelajar mengunjungi perpustakaan.

Perpustakaan yang dirancang seperti Harvard Library ini, memiliki konsep inviting people yakni mengundang orang hadir di perpustakaan dengan mengakomodasi kebutuhan masyarakat, menyiapkan ruang dan suasana nyaman. Dari sisi layout, di lantai pertama terdapat loker dan pelayanan keanggotaan, serta pelayanan online public access catalog (OPAC) atau layanan penelusuran. Lantai dua, terdapat ruang belajar atau ruang internet, ruang buku cadangan, rumah edukasi anti Narkoba, ruang teater, ruang baca anak, ruang baca lansia dan disabilitas serta musala.

Selanjutnya pada lantai ketiga, ada ruang rapat, ruang seminar dan ruang baca monogatari. Di lantai empat terdapat ruang terbuka, ruang koleksi berkala, koleksi referensi, koleksi deposit, server serta bilik pengolahan bahan perpustakaan. Lantai kelima terdapat layanan naskah kuno, ruang konservasi, pelayanan audio visual, eksekutif lounge dan ruang publik. Lantai keenam digunakan untuk kantor pengelolaan perpustakaan dan lantai tujuh untuk ruang fumigasi, baca terbuka serta kafe baca. Pembangunan perpustakaan sejalan visi daerah yakni untuk mencerdaskan kualitas sumber daya manusia. Bertujuan meningkatkan mutu belajar termasuk meningkatkan kecerdasan serta wawasan maupun karakter generasi muda di Sultra. (*/ags)

Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID - Fasilitas pelayanan kesehatan tersebut kini tengah berdiri megah di tengah kota. Ini adalah salah satu karya monumental Pemprov yang menyerap anggaran hingga Rp 800 miliar. Keunggulan RSJPD ini dilengkapi peralatan modern dan canggih sehingga pasien tak perlu dirujuk ke luar daerah. RSJPDO Oputa Yi Koo ini diklaim menjadi terbesar di Indonesia Timur. Gedung megah setinggi 17 lantai tersebut mulai dikerjakan pada 29 Agustus 2019 oleh Gubernur, H. Ali Mazi. Dibangun di tanah seluas 6,5 hektare, menggunakan APBD dan pinjaman dari PT SMI.

RSJPDO Oputa Yi Koo ini dilengkapi berbagai fasilitas penunjang serta dokter dan tenaga medis profesional di bidangnya. Rumah sakit ini juga menjadi satu-satunya yang ada di wilayah timur dengan arsitektur modern. Kehadiran rumah sakit ini diharapkan dapat membantu menekan angka kematian akibat penyakit jantung. Tujuan lain pembangunan rumah sakit ini untuk memberikan perhatian dan meningkatkan mutu pelayanan maksimal bagi pasien. Terlebih angka kematian di dunia akibat penyakit jantung sangat tinggi. Sebelum pembangunan dimulai, Pemprov melaksanakan studi ke Jerman untuk mempelajari operasionalisasi rumah sakit jantung.

Kunjungan pembelajaran pengelolaan RS JANTUNG di Jerman

Jerman dijadikan lokasi studi banding karena dinilai memiliki rumah sakit jantung terbaik dengan segala fasilitas di dalamnya. Bahkan Pemprov mengagendakan kerja sama dengan Bad Oeynhausen dalam pengelolaan rumah sakit jantung di Sultra terkait manajemen pengelolaan, baik tenaga medis dan dokter serta peralatan medis. (*/ags)

Konsekuen Tunaikan Tugas, Tuntas Kawal Program Pemerintah

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID - J. Robert menjalankan tugasnya dengan baik sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulawesi Tenggara (Sultra). Ia berhasil mengawal visi dan misi daerah mewujudkan Sultra yang Aman, Maju, Sejahtera, dan Bermartabat. Robert mengungkapkan, total ada empat visi misi daerah yang dikawal pada masa pemerintahan sebelumnya, Ali Mazi-Lukman Abunawas (AMAN). Pertama, meningkatkan kualitas hidup masyarakat agar dapat berdaulat dan aman dalam bidang ekonomi, pangan, pendidikan, kesehatan, lingkungan, politik serta iman dan takwa.

Kedua, memajukan daya saing wilayah melalui penguatan ekonomi lokal dan peningkatan investasi. Ketiga, mewujudkan birokrasi pemerintahan provinsi yang modern, tata kelola pemerintahan desa yang baik (good village govenance), serta peningkatan kapasitas pemerintahan kecamatan dan kelurahan sebagai pusat pelayanan pemerintahan. Keempat, meningkatkan konektivitas kemitraan antar pemerintah, swasta dan masyarakat dalam rangka meningkatkan daya saing daerah melalui pembangunan dan perbaikan infrastruktur, sosial ekonomi.

Bukan hanya itu, ia juga sukses mengawal strategi pembangunan daerah yang diimplementasikan dalam program Gerakan Pembangunan Terpadu Wilayah Daratan dan Kepulauan (Garbarata). Konsep tersebut meliputi pembangunan yang bertumpu pada pusat-pusat pertumbuhan yang bertujuan untuk mengakselerasikan pembangunan di wilayah daratan dan kepulauan di Sultra. Menyinergikan seluruh potensi sumber daya manusia secara optimal agar dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.

"Pembangunan menitikberatkan pada pengembangan konektivitas antarwilayah melalui pengembangan infrastruktur kewilayahan di darat dan lautan. Dengan begitu akan menumbuhkembangkan dan memanfaatkan potensi sumber daya alam," jelas Robert. Selain itu, pembangunan juga menitikberatkan pada keberpihakan pemerintah kepada masyarakat miskin dan kelompok marginal lainnya agar dapat memberikan pelayanan dasar serta administrasi pemerintahan.

Ia menambahkan, pihaknya juga telah mengawal lima program prioritas daerah. Pertama, Sultra Sehat, meliputi pemberian BPJS bagi semua penduduk miskin dan menghadirkan rumah sakit jantung bertaraf internasional. Kedua, Sultra Cerdas, mencakup pemberian beasiswa bagi dokter spesialis dan super spesialis serta tenaga perawat klinik jantung, beasiswa putra-putri Sultra berprestasi akademik, pembangunan sekolah unggulan dan sekolah keberbakatan, dan mewujudkan kerja sama penelitian atau pengkajian dan pengembangan sumber daya manusia.

Ketiga, Sultra Produktif. Program tersebut meliputi peningkatan nilai tambah sumber daya alam berbasis masyarakat (pertanian, perikanan, kehutanan, UMKM dan koperasi), serta peningkatan infrastruktur ekonomi pemerintah dan pelayanan dasar.

Keempat, Sultra Beriman dan Beradab (Imtaq), meliputi kewajiban salat subuh dan salat Jumat serta pemberian bantuan menunaikan umrah bagi masyarakat kurang mampu. Kelima, Sultra Peduli Masyarakat. Mencakup bedah rumah masyarakat miskin dan pemerataan bantuan yang dipastikan sesuai sasaran.

"Program ini dihadirkan sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah kepada masyarakatnya. Kita sudah tunaikan dan saat ini kita mulai kembali untuk menyukseskan pemerintah Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara dibawah komando Bapak Komjen Andap Budhi Revianto," pungkasnya. (ags/adv)

  • Bagikan

Exit mobile version