Mendagri Sebut 6 Orang Meninggal Terdampak El Nino

  • Bagikan
Tito Karnavian
Tito Karnavian

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID -- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan terdapat 6 orang warga meninggal dunia akibat bencana kekeringan El Nino yang melanda Distrik Lambewi dan Distrik Agandume, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.

"Di Kab. Puncak terjadi kekeringan, gagal panen, dan 6 warga meninggal di sana. Saya sudah koordinasi dengan Gubernur dan Bupati memang ada permasalahan supply," kata Mendagri, kemarin.

Tito menjelaskan, pada 2 minggu lalu pihaknya dan Presiden Joko Widodo telah melakukan rapat terbatas (ratas) untuk membahas antisipasi dan kesiapan dalam menghadapi ancaman fenomena iklim El Nino di Istana Merdeka, Jakarta.

Dalam rapat tersebut, kata Tito, Presiden Jokowi sudah memberi tugas khusus kepada dirinya untuk mengantisipasi dampak El Nino. Jokowi berpesan agar persoalan El Nino dibahas khusus dalam rapat koordinasi (rakor) tentang inflasi daerah.

"Dua minggu lalu ada rapat terbatas dengan bapak presiden khusus mengenai masalah dampak El Nino, khususnya terhadap ketahanan pangan dan saya mendapat arahan dari pak presiden langsung," jelasnya.

Dalam hal ini Tito menegaskan bahwa siklus El Nino menjadi ancaman serius bagi ketahanan pangan nasional, karena menyebabkan beberapa daerah penghasil komoditas pertanian mengalami kekeringan dan gagal panen.

Dengan adanya kejadian itu, Tito telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, tokoh-tokoh gereja dan tokoh masyarakat untuk menjamin pasokan pangan dan kebutuhan lainnya tetap terjaga. "Saat ini, pasokan sudah bisa masuk dan permasalahan ketahanan pangannya sudah bisa diatasi," tandasnya.

Sebelumnya, fenomena El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) yang datang dalam waktu bersamaan diprediksi membuat puncak musim kemarau tahun ini lebih kering dari sebelumnya. Imbasnya ancaman gagal panen pada lahan pertanian tadah hujan. Situasi tersebut berpotensi mengganggu ketahanan pangan nasional.

Menurut Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati, pemerintah daerah perlu segera melakukan aksi mitigasi dan kesiapsiagaan. ”Lahan pertanian berisiko mengalami puso alias gagal panen akibat kekurangan pasokan air saat fase pertumbuhan tanaman,” ungkapnya beberapa waktu lalu.

Namun, lanjut Dwikorita, di sektor perikanan, kondisi tersebut biasanya justru berpotensi meningkatkan tangkapan ikan. Itu terjadi karena perubahan suhu laut dan pola arus selama El Nino dan IOD positif yang mendingin. ”Karena itu, peluang dari kondisi ini harus dimanfaatkan sehingga dapat mendukung ketahanan pangan nasional,” jelas dia. (jpg)

  • Bagikan

Exit mobile version