Perpustakaan Muna Ditargetkan Rampung Sebelim Idul Fitri

  • Bagikan
Gedung perpustakaan modern Kabupaten Muna sudah mencapai 97 persen

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID -- Pengerjaan pembangunan gedung perpustakaan modern di Kabupaten Muna sudah mencapai 97 persen. Diproyeksi, pembangunan gedung tiga lantai dengan menelan dana alokasi khusus Rp 10 miliar akan rampung sebelum perayaan Idul Fitri 2023.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Muna, Muliati Ditu mengungkapkan gedung itu memiliki konsep kolaborasi antara gedung perpustakaan modern dan rumah adat daerah Kabupaten Muna. Katanya, sejauh ini progres pembangunan sudah berjalan lancar sesuai rencana. Secara kontruksi, gedung perpustakan sudah rampung dan sudah memasuki tahap finishing. “Pekerjaan terus digenjot dan sisa dalam proses perampungan. Kami juga menargetkan gedung perpustakaan modern ini akan rampung dalam waktu dekat,” ungkap Muliati, kemarin.

Dia menambahkan, gedung perpustakaan modern ini akan menyiapkan fasilitas lengkap untuk para siswa sehingga lebih giat lagi membaca. Gedung ini setiap lantainya juga memiliki fungsi berbeda. Nantinya, lantai satu akan digunakan sebagai tempat event-event perlombaan bagi murid TK maupun SD. Lantai dua akan diperuntukan sebagai ruangan baca yang nyaman dan lantai tiga sebagai kantor. “Dengan adanya gedung perpustakaan modern ini tentu akan semakin bertambah generasi yang suka membaca. Misalnya, buku yang tidak ada di sekolah, siswa bisa mendapatkan di perpustakaan. Kami juga berharap, hadirnya gedung perpustakaan ini secara signifikan meningkatkan minat baca dan literasi digital bagi semua kalangan masyarakat serta benar-benar mentransformasi pembangunan SDM masyarakat Muna,” tambahnya.

Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Muna, Magdalena Reru mengatakan pembangunan gedung perpustakaan modern ini merupakan kolaborasi dengan rumah adat Muna. Tepatnya pada bagian atap gedung perpustakaan modern ini. “Kolaborasi antara rumah adat Muna merupakan desain dari Bupati Muna LM Rusman Emba. Sehingga tidak terlepas dari ciri khas daerah. Terlebih lagi, letaknya tepat di samping museum Bahrugano Wuna yang merupakan objek wisata yang terdapat tiga bangunan rumah adat Muna. Sehingga selain berkunjung di perpustakaan modern masyarakat juga bisa wisata ilmu tentang adat istiadat dan kebudayaan Muna,” paparnya.

Dia berharap, gedung baru serta fasilitas baru yang modern dapat memberikan perubahan pada minat baca masyarakat Muna. Serta menjadikan salah satu icon kebanggaan masyarakat dan pusat referensi. “Transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan pendekatan pelayanan perpustakaan yang berkomitmen meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. Semoga hadirnya perpustakaan tersebut juga akan meningkatkan literasi baca dan juga kunjungan masyarakat ke perpustakaan,” pungkasnya. (deh

  • Bagikan

Exit mobile version