Pemprov Jamin Stok Pangan Aman

  • Bagikan
LUKMAN ABUNAWAS


--Wagub Instruksikan Gelar Pasar Murah Ramadan

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID -- 1 Ramadan 1444 Hijriah tinggal menghitung hari. Momentum bulan penuh berkah itu biasanya diikuti dengan peningkatan kebutuhan pangan masyarakat. Kendati demikian, Pemprov Sultra memastikan dan menjamin stok pangan di pasaran tetap aman dan tersedia. Wakil Gubernur (Wagub ) Sultra, Lukman Abunawas menginstruksikan seluruh kabupaten/kota di Sultra menggelar melaksanakan pasar murah.

Menurut Wagub Lukman, pasar murah bertujuan untuk memastikan ketersediaan bahan pangan cukup selama ramadan termasuk dari sisi keterjangkauannya. "Pemprov Sultra melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) sudah menginstruksikan seluruh daerah untuk pelaksanaan pasar murah. Kita bersyukur Kota Kendari dan Baubau sudah menggelar pasar murah. Kami harap daerah-daerah lainnya juga dapat melaksanakannya," ujarnya kepada Kendari Pos, Senin (20/3), kemarin.

Selain pasar murah, Wagub Lukman melalui TPID juga masih melaksanakan sidak pasar untuk memastikan ketersediaan stok pangan. "Kami rutin melaksanakan sidak pasar. Belum lama ini TPID sidak pasar di beberapa daerah. Hasilnya, stok bahan pangan masih aman dan mencukupi selama bulan suci Ramadan tahun 2023 ini," kata Wagub Lukman.

Atas dasar itu, Wagub Lukman berpesan kepada masyarakat Sultra agar tidak panik atau bahkan panic buying yang berpotensi menggnaggu ketersediaan bahan pangan. "Masyarakat tidak perlu panik. Bahan pangan kita masih melimpah. Masih mencukupi selama ramadan. Karena kami bersmaa TPID dan Satgas Pangan memastikan bahan pangan tersedia untuk masyarakat," tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perindutrian dan Perdagangan (Disperindag) Sultra, Sitti Saleha mengatakan ketersediaan bahan pangan di Sultra masih mencukupi selama ramadan bahkan hingga lebaran. "Stok bahan pangan masih mencukupi," ujarnya.

Mantan Penjabat (Pj) Bupati Bombana itu menyebut, ketersediaan bahan pangan di Kendari masih aman. Sebut saja, beras masih tersedia sekira 1.592,72 ton dari kebutuhan warga hanya 581,19 ton. Stok beras surplus 1.011,53 ton. Kemudian, minyak goreng tersedia sebanyak 966,08 ton dari kebutuhan 48,39 ton (surplus 917,69 ton), dan gula pasir tercatat sebanyak 527,97 ton dari kebutuhan hanya 35,07 ton atau surplus 492,90 ton.

"Secara umum bahan pangan di Sultra masih aman dan cukup selama ramadan dan Idul Fitri tahun ini," ungkap Sitti Saleha.

Sebagai bentuk antisipasi terhadap kelangkaan bahan pangan saat ramadan, Disperindag mengancam akan mencabut izin distributor yang berlaku curang dalam distribusi bahan pangan. Sitti Saleha meminta masyarakat segera melaporkan kepada TPID maupun Satgas Pangan jika menemukan penimbunan bahan pokok oleh pihak distributor.

"Kami tidak akan segan-segan untuk memberi sanksi kepada para distributor yang kedapatan menimbun bahan pokok. Bahkan, kami akan memberikan sanksi sampai ke yang paling berat, yakni pencabutan izin usahanya," kata Sitti Saleha.

Senada, Kepala Perum Bulog Sultra, Siti Mardati Saing mengungkapkan bahwa stok pangan Sultra masih aman jelang ramadan sampai hari raya idul fitri. Itu merujuk ketersediaan beras digudang Bulog Sultra. Saat ini, Bulog masih memiliki stok (cadangan) beras sebanyak 4.500 ton.

Lanjut dia, ribuan ton beras itu nantinya akan didistribusikan ke pasar hingga ditingkat pengecer. Tujuannya agar harga beras bisa terkendali (HET Rp 9.450/kg) sehingga bisa dijangkau oleh masyarakat terutama pada momentum ramadan dan idul fitri 1444 Hijriah.

Guna menjaga ketersediaan cadangan beras daerah, pihaknya dalam waktu akan menyerap beras petani pasca panen pada akhir bulan ini. Selain beras, pihaknya juga memastikan ketersediaan komoditi lainnya. Seperti minyak goreng tersedia sebanyak 3.500 liter, dan gula pasir 300 ton.

"Jika dipertengahan (ramadan) stoknya habis kita akan memesan lagi dari pusat. Untuk minyak goreng dan gula pasir kita sudah distribusikan di pasaran," pungkas Siti Mardati Saing. (ags/b)

Pemprov Jamin Stok Pangan Aman

  • Bagikan

Exit mobile version