Bangun Daerah Berbasis Riset dan Inovasi

  • Bagikan
Hj. Marwiyah Tombili

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID -- Vitalnya peran riset dan inovasi dalam pembangunan daerah, sangat disadari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Selatan (Konsel). Di bawah nahkoda Bupati, H. Surunuddin Dangga, kemudian melahirkan Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) dan diharapkan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi, organisator dan kolaborator memecahkan permasalahan daerah. Kepala Brida Konsel, Dr. Hj. Marwiyah Tombili, mengatakan, perencanaan pembangunan daerah idealnya berbasis riset atau penelitian. Selama ini, Brida Konsel yang sebelumnya bernama Balitbangda telah banyak menghasilkan kajian dan analisis isu permasalahan daerah.

"Dibuktikan dalam bentuk naskah akademik yang seyogyanya bisa dijadikan rujukan bagi para OPD teknis dalam menyusun perencanaan program kerja untuk tahun-tahun mendatang," ungkapnya, kemarin. Menurut mantan Kepala Bappeda Konsel itu, untuk memenuhi pencapaian indikator kinerja daerah pada rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD), maka salah satunya harus dilakukan dengan perencanaan matang berdasarkan data valid dan faktual. Data tersebut diperoleh melalui pelaksanaan kajian yang disebut dengan riset.

"Perencanaan pembangunan daerah sebaiknya atau bahkan diharuskan berbasis riset sehingga benar-benar isu atau permasalahan pembangunan diperoleh melalui kajian-kajian ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan," jelasnya. Dirinya juga menyarankan untuk segera dilakukan revisi RPJMD Konsel tahun 2021-2026. Itu karena ada dua OPD yang nomenklaturnya berubah, yakni Balitbangda yang kini berubah menjadi Brida, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarpen).

Lebih lanjut Marwiyah sebagai OPD terkait, inovasi pada masing-masing OPD yang selalu diserukan Bupati Konsel, H. Surunuddin Dangga, merupakan sesuatu yang visioner. Hal tersebut, dapat mengangkat citra Pemkab Konsel sebagai daerah yang inovatif dalam pelaksanaan pembangunan.

Dalam berbagai kesempatan, Surunuddin Dangga memang terus memberikan dukungan dan motivasi kepada para pimpinan OPD agar perencanaan dan pelaksanaan program kerja pembangunan daerah berorientasi hasil atau outcome bagi masyarakat. "Untuk meningkatkan pelayanan publik terutama bagi masyarakat, makanya kita dorong terus peningkatan pemanfaatan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) sebagai bagian upaya percepatan pelayanan yang mudah dan cepat diakses dimana saja," jelasnya.

Bupati juga menegaskan perlu adanya inovasi dari OPD yang bisa mengintegrasikan semua pelayanan menjadi satu pintu melalui satu aplikasi yang dapat memenuhi kepentingan masyarakat secara efektif dan efisien. (b/ndi)

  • Bagikan

Exit mobile version