Bupati Konawe Siapkan Lahan 11 Hektar untuk Pembangunan Mako Brimob di Meluhu

  • Bagikan

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID--Sektor pemeliharaan keamanan (harkam) di Konawe bakal semakin kuat. Hal itu menyusul, rencana pembangunan markas komando Brigade Mobil (Mako Brimob) di Konawe tahun ini. Rencana pembangunan markas pasukan elite Polri itu, tak lepas dari fasilitasi yang dilakukan Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa.

Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa mengatakan, hasil koordinasi dengan Polda Sultra, lokasi pembangunan Mako Brimob di Konawe dipindahkan dari Lambuya ke Meluhu. Salah satu alasannya, lahan yang disiapkan pemerintah kabupaten (pemkab) di Lambuya, dianggap tidak cukup luas untuk menunjang aktivitas pasukan elite kepolisian tersebut. Di Lambuya, pemkab Konawe hanya menyiapkan lahan seluas empat hektare.

"Kawasan pembangunan Mako Brimob di Meluhu, tidak jauh dari titik perbatasan Konawe dan Konawe Utara (Konut). Disitu kita siapkan lahan seluas 11 hektare," ungkap Kery Saiful Konggoasa.

Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa (kiri) berbincang dengan Wakapolda Sultra Brigjenpol Waris Agono (kanan) terkait pembangunan Mako Brimob di Konawe.

Bupati Konawe dua periode itu menilai, pembangunan Mako Brimob di Meluhu cukup strategis, khususnya dari segi ekonomi. Hal itupun akan membuat pengamanan obyek vital (pam obvit) di Konawe, bahkan Konut bisa lebih maksimal.

Kery Saiful Konggoasa menambahkan, saat ini, Konawe menjadi salah satu daerah yang menjadi pusat perhatian pemerintah RI. Beberapa proyek strategis nasional (PSN), terdapat di daerah penghasil beras terbesar di Sultra tersebut. Atas pertimbangan itu, Konawe mendapat atensi lebih besar ketimbang daerah lain di Sultra.

"Sultra secara keseluruhan, punya keterkaitan dengan pemerintah pusat. Sumber pendapatan negara banyak berasal dari sultra. Termasuk pendapatan dari mineral pertambangan. Suplai mineral tambang dunia dari Sultra. Khususnya dari Konawe. Makanya, daerah ini mendapat perhatian khusus," imbuhnya. (adi)

  • Bagikan

Exit mobile version