Kendari Bebas dari PMK

  • Bagikan
ILUSTRASI PEMERIKSAAN PMK HEWAN TERNAK

Sulkarnain Minta Warga Tak Panic Buying

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID -- Jelang perayaan Idul Adha 1443 Hijriah, sejumlah hewan ternak (sapi) di tanah air terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Saban hari, penyebaran penyakit yang disebabkan virus aphtaee epizootecaeini semakin meluas. Sejauh ini, virus ini belum terdeteksi di Kota Kendari. Sebagai bentuk antisipasi, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari kian memperketat pengawasan distribusi sapi dari luar daerah.

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengatakan penyebaran PMK di sejumlah daerah menjadi perhatian pemerintah. Makanya, ia telah menginstruksikan Dinas Pertanian yang menangani peternakan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memastikan hewan ternak maupun kurban yang masuk Kendari harus steril dari PMK.

"Alhamdulillah, masih zero kasus. Mudah-mudahan kondisi ini tak berubah. Kendati demikian, kami terus mendeteksi dini dengan mengecek kesehatan setiap hewan ternak yang masuk Kendari," ujar Sulkarnain kepada Kendari Pos, Kamis (23/6).

Sebagian besar pasokan sapi lanjutnya, berasal dari daerah tetangga. Yang mana, daerahnya masih aman dari PMK. Diantaranya, Konawe Selatan (Konsel), Kolaka, Konawe Utara (Konut) dan Konawe. "Masyarakat cenderung mengkonsumsi sapi lokal," jelasnya.

Selain masih aman dari PMK sambung mantan anggota DPRD Kendari, stok kebutuhan daging sapi masih terbilang aman. Sejak awal, pemerintah memang telah mengantisipasi peningkatan permintaan daging dan hewan kurban pada perayaan Idul Adha. "Stok daging masih aman," imbuhnya.

Kondisi ini kata politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, berlaku bagi bahan pokok lainnya seperti cabai, bawang merah dan bawang putih. Dari hasil peninjauan di lapangan, ketersediaan bahan pokok di pasaran masih cukup hingga lebaran. Makanya, warga tak perlu panic baying.

"Mudah-mudahan harga barang pokok bisa kita kendalikan. Saat ini, hasil laporannya stok pangan kita cukup. Jadi, masyarakat tidak usah khawatir. Hingga akhir tahun malahan masih memadai. Untuk itulah, masyarakat tak perlu belanja berlebihan. Cukup sesuai kebutuhan sehingga tidak memicu naiknya harga," pesan Sulkarnain. (b/m1)

PMK Hewan Ternak
Dikenal sebagai Food Mouth Disease (FMD)
Disebabkan Virus Aphtaee epizootecae
Masa Inkubasi 1 - 14 Hari

Upaya Antisipasi Pemkot Kendari
Distan Bentuk Tim Khusus
Cek Kesehatan Ternak Masuk Kendari
Petugas Kesehatan Stand By di RPH dan Tempat Penyembelih Kurban

Gejala Penularan PMK
Keluar Air Liur Berlebihan (Hipersativasi)
Luka pada Kuku dan Bisa Lepas
Penurunan Drastis Produksi Susu (Sapi Perah)
Demam Hingga 41 Derajat Celcius
Air Liur Berbusa dan Menetes di Lantai
Kehilangan Berat Badan
Sapi Sering Menggertakkan Gigi, dan Menggosok Mulut
Tidak Nafsu Makan dan Berbaring
Pembengkakan Kelenjar Submandibular

  • Bagikan

Exit mobile version