-1.549 Desa Belum Cairkan BLT Lebaran
KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID -- Tiap tahun, kucuran Dana Desa yang mengalir ke Sulawesi Tenggara (Sultra) cukup besar. Pada 2025, pemerintah telah mengalokasikan Rp 1,44 triliun. Anggaran jumbo ini diperuntukan bagi 1.908 desa. Hingga memasuki bulan ketiga tahun ini, realisasi anggaran Dana Desa belum seperti yang diharapkan atau baru 359 desa yang melakukan pencairan.
Kepala Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sultra Syarwan mengatakan penyaluran dana desa tahap pertama tahun 2025 telah dimulai. Per 21 Maret ini, dananya yang disalurkan sebesar Rp 150,88 miliar atau 10 persen dari total pagu anggaran tahun ini.
"Pencairan dana desa tahap pertama masih berlangsung dan baru mencakup sebagian kecil dari total desa penerima. Kalu merujuk data, baru 359 desa di tujuh kabupaten yang telah menyalurkan dana desanya," ujar Syarwan kemarin.

Desa yang telah mencairkan dana desa lanjutnya, 29 desa di Bombana,, Muna Barat 12 desa, Konawe 99 desa, Kolaka Utara 45 desa, Muna 50 desa, Kolaka Timur 72 desa dan Wakatobi 62 desa.
"Di antara tujuh kabupaten tersebut, Wakatobi mencatatkan persentase penyaluran tertinggi, yakni Rp 26,96 miliar atau sekitar 46,39 persen dari total pagu dana desa di wilayah tersebut," jelasnya.
Pada tahun 2025, pemerintah menetapkan delapan fokus utama dalam penggunaan dana desa. Salah satu prioritasnya adalah mendukung penanganan kemiskinan ekstrem, di mana maksimal 15 persen dari anggaran dana desa dialokasikan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) dengan mengacu pada data pemerintah.
"Kemudian penguatan desa yang adaptif terhadap perubahan iklim, peningkatan promosi dan penyediaan layanan dasar kesehatan skala desa termasuk stunting," ujarnya.
Selain itu, DD juga diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan, mengembangkan potensi dan keunggulan desa, serta mempercepat implementasi desa digital melalui pemanfaatan teknologi dan informasi.
"Selanjutnya pembangunan berbasis padat karya tunai dan penggunaan bahan baku lokal serta program sektor prioritas lainnya di desa," paparnya.