-Warga Harapkan Solusi Jangka Panjang dari Pemerintah
KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID -- Jalur trans Sulawesi di Desa Samandete, Kecamatan Oheo, Kabupaten Konawe Utara (Konut) masih tergenang banjir. Jalur ini menghubungkan Sulawesi Tengah (Sulteng)- Landawe - Asera. Banyak warga atau pengendara masih "terjebak" di sana. Antrian "mengular" hingga sampai satu kilometer.
Pengendara belum bisa bebas melintas. Sebab,
genangan air dengan ketinggian antara 60 sentimeter hingga 1 meter masih menutupi ruas Jalan Trans Sulawesi tersebut. Hal ini yang mengakibatkan mobilitas warga dan pengguna jalan terhambat.
Satu-satunya solusi yang bisa dilakukan pengendara adalah naik pincara (jasa rakit darurat). Hanya tentu saja tidak gratis. Pengendara harus merogoh kocek yang besar.

Biayanya pincara bervariasi. Kendaraan roda empat mulai Rp 300 ribu, 600 ribu, hingga Rp 800 ribu. Sedangkan kendaraan roda dua dibayar mulai Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu.
Besarnya biaya yang harus dibayar, membuat warga/pengendara mengeluh. Mereka mempertanyakan "kehadiran" pemerintah untuk mencari solusi atas masalah tersebut. Sebab, bukan kali ini saja kejadian tersebut dialami.
Hal itu diakui seorang pengendara, Abidin. Dia merasa sangat geram dengan kondisi yang terjadi di jalur utama menuju Sulawesi Tengah, yang sering kali tergenang banjir setiap kali musim hujan datang.
Menurutnya, masalah ini sudah berulang kali terjadi dan belum ada solusi konkret dari pemerintah.