KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID -- JABATAN Wakil Rektor I UHO yang kini tersemat di pundak Prof.La Hamimu bukanlah pemberian karena faktor kedekatan dengan pimpinan. Namun semua itu diraih Prof.La Hamimu berkat dedikasi, loyalitas dan profesionalisme. “Saya tidak pernah meminta jabatan. Jika ditanyakan kepada rektor UHO yang sudah 2 kali menjabat, beliau bisa membenarkan itu. Beliau memanggil dan mencalonkan saya sebagai Wakil Rektor,” ujar Prof. La Hamimu kepada Kendari Pos, Senin (24/2/2025).
Etos kerja tinggi yang dimiliki Prof. La Hamimu memikat Rektor UHO Prof. Dr. Muhammad Zamrun Firihu, S.Si.,M. Si.,M.Sc yang memilihnya menjadi Wakil Rektor I UHO Bidang Akademik. Tahun 2017 menjadi titik penting dalam karier dan pengabdian Prof.La Hamimu yang dipercaya menjadi Wakil Rektor I UHO.
“Saya tidak pernah membayangkan sebelumnya akan berada di posisi ini (Wakil Rektor I). Saat kuliah, saya tidak pernah bercita-cita menjadi wakil rektor. Semua terjadi begitu saja, dan saya selalu menjalani apa yang ada di depan dengan sebaik mungkin. Prinsip saya adalah terus berkarya tanpa pernah meminta atau memaksakan sesuatu,” ungkapnya.
Jabatan itu diemban Prof.La Hamimu hingga saat ini (tahun 2025). Tugasnya tidak ringan. Terutama dalam meningkatkan sistem akademik berbasis teknologi. Salah satu tantangan utama yang dihadapinya adalah digitalisasi sistem pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan pengisian Kartu Rencana Studi (KRS).
Pada awal kepemimpinannya, sistem pembayaran UKT masih mengalami banyak kendala. “Pada tahun 2018, kami mulai menerapkan sistem pembayaran UKT secara online. Meski belum sempurna, sistem ini berkembang dan menjadi sangat berguna terutama saat pandemi Covid-19,” jelas Prof.La Hamimu.
Namun, tantangan lain muncul, yaitu kedisiplinan mahasiswa dalam pembayaran UKT dan pengisian KRS. Meskipun telah mengalami peningkatan signifikan, dengan tingkat kepatuhan mencapai 96%, masih ada mahasiswa yang mengalami keterlambatan. “Kami berusaha menyeimbangkan antara kedisiplinan dan aspek kemanusiaan, karena banyak mahasiswa yang benar-benar mengalami kesulitan finansial,” jelas Prof. La Hamimu.
Meskipun saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor, Dr. La Hamimu menegaskan bahwa status utamanya tetaplah sebagai dosen. “Apapun peran tambahan yang saya emban saat ini, pekerjaan utama saya tetap sebagai dosen di UHO,” kata Prof.La Hamimu.
Ia juga mengajak rekan-rekan sejawatnya untuk bersama-sama menjaga dan membangun UHO sebagai tempat berkarier dan berkarya. “Ini adalah tempat kita mencari nafkah. Saya memiliki ikatan yang kuat dengan kampus ini, bukan hanya sebagai tempat bekerja, tetapi juga tempat anak-anak saya menimba ilmu,” tambahnya.
Prof.La Hamimu mengatakan mahasiswa saat ini memiliki akses luas terhadap ilmu pengetahuan. Mahasiswa UHO tidak kalah dengan mahasiswa dari universitas ternama seperti UGM atau ITB. Semua itu karena lingkungan akademik yang diciptakan Rektor UHO berperan penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Prof.La Hamimu juga mengapresiasi kualitas dosen di UHO yang semakin menunjukkan prestasi di dunia akademik. “Dosen-dosen UHO telah membuktikan kompetensinya. Tidak bisa dianggap remeh jika dibandingkan dengan dosen di universitas lain,” ungkapnya.
Banyak dosen UHO yang telah menghasilkan riset unggulan, hak kekayaan intelektual, hak cipta, serta berbagai karya akademik yang berkontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Hal ini, menurutnya, menjadi bukti bahwa UHO mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional. (sri/b)