KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID - Syahruddin Nurdin benar-benar mampu mengimplementasikan visi misi Gubernur Sultra Ali Mazi dan Wagub Sultra Lukman Abunawas dalam mewujudkan pelayanan publik yang maksimal dan meningkatkan kompetensi aparatur sipil negara (ASN). Langkah duet Ali Mazi-Lukman Abunawas menempatkan Syahruddin menakhodai Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sultra tidak sia-sia.
Selama lima tahun memimpin Sultra, pasangan "AMAN" menelorkan 6.082 ASN kompeten. Mereka menjalani berbagai program pembinaan; pelatihan dasar (latsar), pelatihan kepemimpinan pengawas (PKP) maupun Pelatihan kepemimpinan Administrator (PKA). Itu sejalan dengan visi misi "AMAN" dalam mewujudkan Sultra yang aman, maju, sejahtera dn bermartabat. Juga berkaitan dengan empat pilar pembangunan yang telah dicanangkan Ali Mazi-Lukman Abunawas sejak awal memimpin Sultra yakni “Sultra Produktif”. Yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan ASN.

"Kita implementasikan untuk meningkatkan profesionalisme ASN provinsi dan kabupaten/kota melalui sertifikasi uji kompetensi, dan pengembangan kompetensi,” ungkap Kepala BPSDM Provinsi Sultra, Syahruddin Nurdin. Mantan kepala Badan Kesbangpol Sultra ini merinci, sejak masa kepemimpinan Ali Mazi-Lukman Abunawas, BPSDM Sultra telah melaksanakan kegiatan pengembangan kompetensi bagi sejumlah aparatur, baik lembaga formal maupun informal secara berjenjang setiap tahunnya (lihat grafis).
Ditambahkan, terkait data pengembangan kompetensi ASN provinsi maupun kabupaten/kota selama lima tahun, baik kegiatan diklat teknis, latsar, managerial, sertifikasi, prajabatan maupun pelatihan teknis lainnya. Tahun 2018 berjumlah 1.512 peserta, tahun 2019 sebanyak 1.110 orang, tahun 2020 sebanyak 970 orang, tahun 2021 sebanyak 1.701 orang dan tahun 2022 sebanyak 179 peserta, serta tahun 2023 sebanyak 610 orang. “Sehingga jika dikumulasi secara keseluruhan total peserta yang telah mengikuti pengembangan kompetensi di lingkup BPSDM Sultra mulai tahun 2018-2023 sebanyak 6.082 peserta,"tandasnya. (kam/adv)
Syahruddin Bikin BPSDM Terakreditasi A
BPSDM Sultra tak hanya fokus dalam pengembangan kompetensi aparatur sipil negara (ASN), namun juga mewujudkan lembaga yang dipimpin Syahruddin menyandang status akreditasi A dari Lembaga Administrasi Negara (LAN).
BPSDM terakreditasi A karena Syahruddin Nurdin berhasil mengejawantahkan misi Gubernur dengan membenahi sarana dan prasarana lembaganya menjadi lebih lengkap. Sebab itu menjadi salah satu indikator yang dipersyaratkan untuk bisa melaksanakan pendidikan latihan kepemimpinan (Diklatpim).

“Kita terus melakukan pembenahan, mulai dari rehabilitasi kantor, pembangunan ruang makan baru dan beberapa sarana lainnya. Itu kita lakukan sejak tiga tahun lalu,”ungkap kepala BPSDM Sultra, Syahruddin Nurdin.
Ia menyadari, kantor yang dipimpinnya itu masih menyandang akreditasi B. Namun itu tak membuatnya menyerah. Ia terus melakukan upaya pemenuhan standar untuk menaikan levelnya dari B ke A. Hal lain yang harus dibenahi adalah peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan kemampuan para widiaswara. Ia pun menugaskan 9 tenaga widiaswara madya dan empat widiaswara untuk mengikuti master of traning (MOT).

“Karena ini salah satu poin yang akan dinilai oleh tim asesor LAN RI ketika mau akreditasi. Peningkatan kemampuan widia swara ini kita lakukan agar bisa menghasilkan instruktur SDM yang kompeten, karena jangan sampai lebih pintar yang diajar dari pada yang mengajar,” imbuhnya.
Mei 2023 lalu, lanjut dia, tim asesor LAN melakukan visitasi akreditasi diklat di BPSDM. Mereka akan mewawancara langsung bagian tim penjaminan mutu, dan sekaligus meninjau infrastruktur yang ada di BPSDM dalam rangka penilaian dan penelitian terhadap kelayakan menjadi lembaga kompeten untuk melaksanaan kediklatan selama 15-16 Mei 2023.
19 Juni 2023, LAN mengumumkan hasil evaluasi dari visitasi yang telah dilakukan di BPSDM Sultra. Hasilnya, akreditasi pengembangan, lembaganya berhasil meraih predikat bintang I dan untuk pelatihan meraih akreditasi A dengan skor 92 dari LAN RI.
Mantan Kepala Kesbangpol Sultra ini menjelaskan dengan pencapaian tersebut, maka BPSDM Sultra sudah selevel dan bisa bersaing dengan daerah lainnya. Seperti Jawa Barat, Jawa Timur, dan Kementerian Luar Negeri. "Sekarang kantor BPSDM Sultra sudah bisa melaksanakan seluruh jenis kediklatan baik lingkup Sultra maupun dari luar provinsi Sultra. Kita sudah bisa menerima peserta kediklatan," jelasnya.
Ditambahkan, pencapaian ini adalah hasil kerja keras semua yang ada di BPSDM. Juga adanya dukungan penuh dari Gubernur dan Wakil Gubernur untuk meningkatkan akreditasi kantor BPSDM. Dalam waktu dekat, ia menargetkan akan membuka diklatpim II tingkat nasional dengan target 60-an peserta. "Saat ini tinggal kita mengambil izin prinsip untuk melaksanakan Diklatpim II. Karena sebelumnya Sultra terkahir melaksanakan kegiatan Diklatpim II itu pada tahun 2005 silam," tambahnya. (kam/adv)
Peningkatan Kompetensi ASN
Tahun 2018
-Diklat teknis 73 peserta
-Diklat prajabatan 1.359 peserta
-Diklat managerial 80 peserta
Tahun 2019
-Diklat teknis 120 peserta
-Diklat fungsional 30 peserta
-Latsar 960 peserta
Tahun 2020
-Diklat teknis 43 peserta
-Latsar 927 peserta
Tahun 2021
-Diklat teknis 123 peserta
-Diklat managerial 120 peserta
-Diklat Latsar 1. 458 orang.
Tahun 2022
-Diklat teknis umum dan fungsional 43 peserta
-Diklat Managerial Latsar dan PKP 124 peserta
-Sertifikasi kompetensi dan pengelolaan kelembagaan 12 peserta
Tahun 2023
-Latsar CPNS golongan II dan III berjumlah 350 peserta
-Peserta PKA 200 peserta
-Diklat dasar Satpol-PP sebanyak 30 peserta
-Diklat sertifikasi pengadaan barang dan jasa pemerintah 30 peserta