Sukses Atasi BABS, Raih Penghargaaan Kemenkes

  • Bagikan
Bupati Kolaka, H. Ahmad Safei (tengah) berpose seusai menerima penghargaan bidang kesehatan lingkungan kategori sanitasi total berbasis masyarakat dari Kementerian Kesehatan di Jakarta

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka berhasil meraih penghargaan bidang kesehatan lingkungan kategori sanitasi total berbasis masyarakat (STBM). Bupati Kolaka, H. Ahmad Safei, menerima langsung penghargaan tersebut di Jakarta. Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kolaka, I Nyoman Suastika, mengungkapkan, penghargaan tersebut diserahkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) beberapa hari lalu. Menurutnya, penghargaan tersebut berkaitan dengan percepatan stop buang air besar Sembarangan (BABS) atau Open Defecation Free (ODF). "Kategori yang diterima adalah Supply Creation pada upaya inovasi percepatan kondisi stop buang air besar sembarangan (SBS) tahun 2022 dan kabupaten/kota Stop BABS pada upaya memobilisasi masyarakat untuk terlibat dalam penyediaan layanan sanitasi berbasis masyarakat tahun 2022," ungkapnya, Kamis (24/11).

Nyoman mengatakan, program sanitasi total berbasis masyarakat merupakan bagian pencapaian visi dan misi Pemkab di bawah kepemimpinan Bupati H. Ahmad Safei dan Wakilnya, H. Muhammad Jayadin untuk mewujudkan Kolaka yang semakin maju, berkeadilan dan sejahtera. "Melalui misi ketiga dan implementasi program prioritas kedua yaitu pemenuhan layanan kesehatan yang berkualitas," bebernya. Kata Nyoman, pelaksanaan STBM dilaksanakan melalui lima pilar yaitu SBS, cuci tangan pakai sabun (CTPS), pengelolaan pangan aman sehat rumah tangga (PAS-RT), pengelolaan sampah rumah tangga (PS-RT) dan pengelolaan limbah rumah tangga.

"Lima pilar STBM ini dilakukan dengan pendekatan untuk merubah perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan," ujarnya. Masih kata Nyoman, out put yang diharapkan dari penghargaan bidang kesehatan lingkungan adalah meningkatnya pembangunan sanitasi higienis melalui peningkatan kebutuhan sanitasi dan penyediaan akses sanitasi. "Jika itu terealisasi maka akan berdampak pada penurunan kejadian penyakit berbasis lingkungan seperti diare, termasuk berdampak pada penurunan stunting yang berkaitan dengan sanitasi dan perilaku melaui penciptaan kondisi sanitasi total. Indikator penilaian STBM award penciptaan lingkungan yang kondusif, peningkatan kebutuhan sanitasi dan peningkatan penyediaan akses sanitasi," tambanya.

Nyoman menuturkan, penghargaan STBM award juga diberikan kepada sanitarian terbaik yaitu kepala desa, natural leader masing-masing dari Puskesmas Tanggetada, Desa Tikonu, Kecamatan Tanggetada untuk percepatan pencapaian ODF tahun 2022. "Pemberian penghargaan ini tidak lepas dari dukungan DPRD, semua lintas sektor, tokoh agama, tokoh masyarkat dan tentu peran serta masyarakat yang terus mendukung program pemerintah," tuturnya. (c/fad)

  • Bagikan