Percepat Penurunan Stunting dengan Audit Kasus

  • Bagikan
Wabup Wakatobi, Ilmiati Daud saat membawakan sambutan pada pertemuan diseminasi dan rencana tindak lanjut hasil audit kasus stunting di daerah itu, kemarin.

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID -- Pertemuan diseminasi dan rencana tindak lanjut hasil audit kasus stunting digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wakatobi. Kegiatan tersebut dalam rangka monitoring dan evaluasi kegiatan audit kasus stunting tingkat kabupaten. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Wakatobi, La Ode Safihuddin, menjelaskan, sesuai peraturan presiden nomor 72 tahun 2021 pasal 8 mengenai strategi percepatan penurunan stunting, dilakukan melalui pelaksanaan prioritas rencana aksi nasional. "Salah satunya adalah audit kasus stunting," jelasnya, Kamis (24/11).

Sementara itu Wakil Bupati Wakatobi, Ilmiati Daud, mengatakan, pada tahun 2021 berkat kerja sama dengan TTPS tingkat kabupaten, kecamatan, desa dan kelurahan serta PKB/PLKB, Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan mitra kerja, prevelensi Balita stunting, daerah itu menempati urutan ketiga terendah kasus stunting yakni 26,0 persen setelah Kabupaten Kolaka Timur dengan 23,0 persen dan Kota Kendari 24,0 persen. Itu sesuai hasil studi status gizi Indonesia (SSGI) 2021 Kabupaten Wakatobi.

“Berdasarkan elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (e-PPGBM) per Agustus 2021, prevalensi stuting di Kabupaten Wakatobi mencapai 13,86 persen. Ditargetkan secara nasional, prevalensi stuting pada Balita di Indonesia akan diturunkan hingga 14 persen pada tahun 2024 mendatang,” ujar Ilmiati Daud, kemarin. Perlu diketahui, stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis, pola makan yang buruk dan infeksi berulang. Stunting juga adalah masalah gizi utama yang akan berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. (b/thy)

  • Bagikan