Asmawa Warning Penambang Ilegal di Nambo

  • Bagikan
Pj Wali Kota Kendari Asmawa Tosepu

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID -- Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu meminta masyarakat Nambo tak melaksanakan aktivitas penambangan pasir secara ilegal. Selain merugikan daerah, aktivitas penambangan pasir yang tak terkendali dapat merusak lingkungan terutama mencemari wisata Pantai Nambo.

Asmawa mengingatkan warga untuk menghentikan aktivitas penambangan yang tak berizin karena dampaknya merusak lingkungan. Berdasarkan informasi yang diterimanya, aktivitas penambangan pasir di Nambo dilakukan masyarakat dengan mengacu pada pembentukan KUBE (Kelompok Usaha Bersama). Namun menurut Asmawa KUBE tidak diperuntukkan untuk usaha pertambangan.

"Tidak ada yang menunjukkan KUBE untuk pertambangan, itu kamuflase saja," jelasnya saat melakukan pertemuan dengan perwakilan penambang galian C di Kantor Camat Nambo kemarin.

Penambangan galian C di Nambo sambungnya, tidak termuat dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Kendari tentang Rencana Tata Ruang Wilayah yang berlaku hingga tahun 2030. Apalagi setelah dikuatkan oleh Undang-Undang (UU) nomor 4 tahun 2009, kegiatan penambangan tanpa izin dapat dikenakan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar.

"Kasihan pantai Nambo kita, kasihan uang rakyat yang kita pakai untuk menggelola pantai Nambo yang rusak karena penambangan ilegal," kata Asmawa.

Kendati demikian, pihaknya berupaya mencari solusi terbaik bagi masyarakat dan penggelola tambang di kawasan Nambo. Oleh karena itu, pihaknya menjadwalkan kembali pertemuan bersama warga, pengelola tambang galing C dan LPM pekan depan. (c/ags)

Pelanggaran Penambangan Galian C

  1. Tidak Miliki Izin
    -KUBE Tak Bisa Jadi Dasar
    -Bisa Terancam Pidana Penjara 10 Tahun
    -Sanksi Denda Hingga Rp 10 Miliar
  2. Merusak Lingkungan
  3. Mencemari Objek Wisata Pantai Nambo
  4. Tidak Permuat dalam Perda Tentang RTRW
  5. Tak Berkontribusi Pendapatan Daerah
  • Bagikan