Menteri Bahlil: Bos Hyundai Komitmen Kembangkan Mobil Listrik dan Dukung Pembangunan IKN

  • Bagikan

KENDARIPOS.FAJAR.CO.ID-Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima Executive Chairman Hyundai Motor Group, Chung Eui-sun, di Lotte Hotel, Seoul. Dalam pertemuan tersebut, Chairman Hyundai menyampaikan, mereka akan melakukan ekspansi untuk mobil listrik. Serta penelitian dan pengembangannya di Indonesia.

Informasi itu disampaikan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. “Presiden menerima Chairman dari Hyundai. Mereka akan melakukan ekspansi untuk mobil listrik dan RND-nya di Indonesia. Ini masih dalam perencanaan. Pastinya kita dukung,” kata Menteri Investasi Bahlil Lahadalia.

Selain itu, menurut Bahlil, Hyundai juga tertarik untuk turut mengambil bagian dalam investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN). "Hyundai juga akan ikut mengambil bagian dalam investasi di IKN, ini sesuatu hal yang positif,” ucap Bahlil.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Repiublik Korea Gandi Sulistiyanto.

Bahlil Lahadalia

Perhatian pemerintah terhadap kendaraan listrik juga cukup besar. Malah di masa depan, berpotensi subsidi akan dialihkan di sektor kendaraan listrik. Hal ini, mengingat ancaman tren harga minyak dunia yang terus meningkat. Ditambah isu lingkungan. Makanya, pemerintah sedang menghitung ulang besaran subsidi BBM.

Penegasan itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan. Menurutnya, belanja subsidi energi menjadi salah satu yang terbesar di tengah kenaikan harga minyak dunia.

”Saat ini, subsidi BBM untuk mobil mencapai Rp 19,2 juta per mobil per tahun dan subsidi BBM untuk sepeda motor mencapai Rp 3,7 juta per motor per tahun,” ungkap Luhut.

Luhut memaparkan, Presiden Joko Widodo menginstruksikan untuk menghitung kembali semua yang bisa dikurangi dari penggunaan subsidi BBM. Hal itu bertujuan agar penyaluran BBM subsidi tepat sasaran. Karena itu, saat ini pemerintah juga mulai mendorong penggunaan kendaraan listrik. Tujuannya, mengurangi ketergantungan penggunaan bahan bakar berbasis fosil sekaligus keberlanjutan lingkungan.

Dalam rangka meningkatkan pengenalan masyarakat terhadap kendaraan berbasis listrik, sejumlah kementerian dan lembaga melakukan berbagai uji coba konversi penggunaan kendaraan listrik. Misalnya, sejumlah destinasi wisata.

”Kami ingin mengusulkan pembuatan sejumlah pilot project kendaraan EV atau kendaraan listrik. Itu bisa dikonversi dengan baterai listrik buatan dalam negeri. Dalam 2,5 tahun, apabila kita bisa buat, itu bagus,” imbuhnya. (JP)

  • Bagikan