Di Pilgub, Asrun Incar Semua Parpol – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

Di Pilgub, Asrun Incar Semua Parpol

kendaripos.fajar.co.id KENDARI– Dr Asrun sudah menegaskan kesiapannya maju dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Sultra, 2018 mendatang. Sebagai bentuk keseriusan, wali kota Kendari dua periode ini telah “bergerilya” ke berbagai pelosok untuk silaturahmi dengan masyarakat. Momentum ini sekaligus menjadi ajang baginya mengukur diri tentang sejauh mana penerimaan masyarakat.

Bukan hanya itu, meski hampir pasti mengantongi Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai kendaraan politik di Pilgub, namun dia ingin lebih. Sebab menurutnya, walau PAN punya 9 kursi di parlemen Sultra, yang berarti batas aman untuk bisa diusung, tapi akan lebih baik kalau banyak parpol bergabung. Karena mengurus daerah, akan lebih baik jika bersama-sama.

Berawal dari pemikiran itu, satu dari 10 kepala daerah terbaik versi Jawa Pos Group ini berkeinginan agar semua partai politik (Parpol) mengusungnya di Pilgub nanti. “Kalau memungkinkan, saya akan borong semua parpol,” ujar Wali Kota Kendari dua periode itu, kemarin.

Keinginan Asrun mengincar semua parpol yang punya kursi di DPRD Sultra bukan isapan jempol belaka. Sebab sejauh ini, dia sudah mendaftar di semua parpol yang sudah membuka penjaringan. Seperti, PDIP, Nasdem, Demokrat, PPP dan lainnya. Sedangkan PKS dan Gerindra, walau belum buka pendaftaran, tapi komunikasi diantara petinggi parpol dengan dirinya sudah terjalin sejak lama.

“Saya akan mendaftar di semua parpol yang membuka pendaftaran. Saya yakin partai pasti akan memilih calon yang memiliki peluang menang besar,” kata Ketua DPD PAN Kota Kendari tersebut. “Saya sudah mendaftar di PDI-P, PPP NasDem dan Demokrat. Sementara partai lain, tinggal menunggu. Kalau buka pendaftaran, pasti akan mendaftar,” terangnya.

Soal PAN dan Gerindra, Asrun optimis bisa merebut kedua partai tersebut. “Kalau PAN tidak membuka pendaftaran, sama seperti Gerindra. Kalau PAN,saya yakin 99 persen dukung saya, begitu juga dengan Gerindra,” optimisnya.

Asrun yakin kalau semua parpol berpandangan sama, maka tidak mustahil hanya akan ada calon tunggal. “Siapa tahu semua partai nantinya berpandangan yang sama. Saya inginnya lawan kotak kosong saja. Atau paling tidak head to head,” katanya.

Lebih jauh Asrun menjelaskan, keinginannya untuk melawan kotak kosong bukan berarti dirinya takut terhadap lawan-lawannya. “Tidak, saya tidak takut. Saya tetap optimis menang berapapun calonnya. Cuman lebih efisien kalau head to head atau kotak kosong,” tuturnya.

Mengenai calon wakil, Asrun mengaku masih akan melihat perkembangan konstalasi politik. Prinsipnya secara demografi Sultra, figur atau tokoh dari daratan adalah pilihan utama untuk meminang calon wakil gubernur. “Nanti saatnya kita akan umumkan. Saya masih menerima masukan-masukan, sejauh kita lihat dulu konstalasi, siapa yang akan muncul nantinya,” tuturnya.

Disinggung soal figur kepulauan yakni Amirul dan Hugua Asrun pun tak menepisnya. Menurutnya, kedua figur itu memang masuk dalam radar bidikan sebagai calon wakil gubernur mendapinginnya dalam Pilgub Sultra 2018 nantinya. “Sejauh ini saya belum menentukan. Kurang lebih kedua tokoh itu memang masuk dalam pertimbangan,” tuturnya.

Disinggung soal survei internal yang diadakan oleh pihaknya yang memposisikan Amirul menjadi pilihan paling kuat, lagi-lagi Asrun belum mau membeberkannya. “Kita memang melakukan survei di internal beberapa waktu lalu namun masih bersifat rahasia. Nanti saat waktunya tiba pasti kita akan publis dan kita akan melakukan deklarasi,” terangnya.

Sebelumnya, Asrun sudah mendaftar di PDIP dan Nasdem. Kemarin (19/6), dia kembali mendaftar di Partai Demokrat. Dia diwakili oleh Ketua Tim Pemenangannya, Bahar. “Saya wakili pak Asrun untuk meminta dukungan dan restu Demokrat,” katanya saat memberikan sambutan usai ambil formulir, kemarin.

Kata dia, keterlambatannya bukan karena sengaja, melainkan lupa akan batas jadwal pengembalian berkas. Padahal, berkas telah siap dan lengkap sesuai persyaratan partai tersebut. Dirinya juga menilai membuka pendaftaran lagi karena Demokrat pasti menginginkan figur yang ingin menang. Olehnya, jika ada berkas yang kurang pihaknya siap melengkapinya.

“Pesan dari pak Asrun, bila kedepan bersama atau berkoalisi dengan Demokrat untuk memenangkan Pigub, maka dirinya (Asrun) akan bersama Demokrat dan membesarkannya di masa yang akan datang,” jelasnya.

Ia menambahkan, selain Demokrat pihaknya juga akan mendatangi partai politik lainnya yang telah membuka penjaringan. Sebelumnya, NasDem pun sudah, PPP, dan akan di PDIP nantinya. Mengingat baru itu yang akan membuka pendaftaran dan penjaringan. Bahkan, ditaksirnya sekira 20 kursi sudah berada dan siap mendukung. “Ya, partai lain (yang belum membuka pendaftaran) kita lihat perkembangannya untuk kita datangi,” terangnya.

Saat ini kata dia, Tim sudah terbentuk di 17 kabupaten/kota se Sultra. Olehnya, tak usah khawatir untuk bergabung mendukung figurnya yang visioner dan memiliki track recorder yang jelas. Apalagi juga akan memiliki visi misi untuk Sultra lebih baik lagi kedepan. “Jadi, saat ini pak Asrun juga tengah aktif sosialisasi,” ujarnya.

Setelah mendaftar di Demokrat, Bahar dan kawan-kawan lanjut di PPP. Sebelum ini juga mendaftar di Partai Nasdem. Bahar mengatakan, dirinya mewakili wali kota dua periode itu dengan harapan diusung oleh partai yang identik dengan restorasi perubahan itu. “Saya kira NasDem terbuka, dan mau mengusung pak Asrun untuk cagub. Semua parpol pasti ingin mengusung yang akan menang,” imbuhnya. (b/yog/ely/m1)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top