Merinding ! Begini Cara Para “Tukang Jagal” Melewati Ramadan di Lapas Kendari – Laman 2 – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Metro Kendari

Merinding ! Begini Cara Para “Tukang Jagal” Melewati Ramadan di Lapas Kendari

Kama yang mendiami ruang Mawar itu juga selalu mengingatkan rekan-rekannya agar selalu mengerjakan perintah Allah, apalagi di bulan penuh rahmat dan berkah ini. Soalnya, banyak warga binaan di Lapas yang tidak berpuasa dengan alasan tidak tahan menahan lapar. “Saya kasih tahu yang tidak puasa, kamu itu bodoh. Sudah jadi napi tidak puasa juga. Cukup mi kita berdosa jadi napi, jangan mi lagi berdosa karena tidak puasa,” ucapnya sambil tertawa.

Ayah tiga anak dari istri pertamanya itu juga menceritakan bagaimana dirinya dan napi lainnya bersahur. Setiap dini hari, mereka dibangunkan petugas antara pukul 03.30 Wita hingga 04.00 Wita. Para napi lalu menyiapkan piring di depan pintu sel untuk menanti jatah makanan yang dibagi petugas. “Setelah sahur, ke masjid salat subuh berjamaah, habis itu tadarrus. Kalau untuk buka puasa kita langsung ke dapur ambil makanan yang sudah disiapkan,” tutur Kama.

Langkah istiqamah juga sedang dijalani Imsak Abdul Samad alias Imsak. Pelaku pembantaian satu keluarga di Jalan Bunga Kamboja, Kota Kendari itu kini harus melewati sisa hidupnya di penjara. Ia divonis hukuman seumur hidup. “Kerjaku hanya tidur ji terus, apa mau dibikin. Kecuali ada yang disuruh sama petugas. Makanya saya belajar mengaji. Sekarang sudah sampai juz 10 mi,” katanya sambil tersenyum, ketika ditemui.

Anak ketiga dari tujuh bersaudara itu mengaku selama dua tahun dirinya di Lapas Kendari, tiap Ramadhan ia pasti berpuasa. “Puasa dengan tidak sama ji karena tidak ada makanan juga kalau siang. Tapi kalau saya tidak tahan saya cari air minum dari pada saya sakit” tuturnya.

Alumni sebuah SMK di Kendari itu mengaku sangat menyesali perbuatannya, pernah menjagal satu keluarga yang masih tergolong kerabatnya. Kini ia telah memperbaiki diri untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah. “Saya mulai mi salat, sebenarnya saya masih malas tapi saya bosan juga tidur terus di kamar jadi saya ikut mi salat. Saya senang kalau ada yang ceramah di masjid karena ilmuku bertambah lagi,” tutur napi yang sekamar dengan Kama itu.

Cerita lebih humanis dituturkan Agustin. Kala Kendari Pos berkunjung ke Lapas, pelaku pembunuhan berencana di Kota Kendari itu sedang berada di sebuah ruangan keterampilan. Ayah dua anak itu, baru saja menyelesaikan bacaan Quran yang memang rutin ia lakukan tiap hari, selama Ramadan ini. “Satu hari satu juz itu target saya, jadi setiap selesai salat saya sempatkan membaca Alquran agar bisa khatam 30 juz di akhir Ramadhan. Ini sudah juz 20 mi,” paparnya.

Pria yang harus menjalani hukuman 18 tahun penjara di Lapas Kendari itu punya kesadaran spiritual tinggi. Baginya, Ramadan harus dilewati dengan ibadah karena tahun depan, tidak ada yang menjamin usianya bisa sampai. Makanya, Agustin memanfaatkan dengan baik bulan penuh rahmat ini dengan mendekatkan diri kepada Allah. “Alhamdulillah, puasaku tidak ada yang bolong, dan saya tidak mau sampai bolong, tidak ada orang mati karena puasa,” tuturnya.

2 of 3

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top