Tak Ikut Apel, Kepsek Hajar Guru Hingga Babak Belur – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Tak Ikut Apel, Kepsek Hajar Guru Hingga Babak Belur

kendaripos.fajar.co.id REMBANG – Ini kepala sekolah kebablasan, hanya karena salah seorang guru tak ikut apel guru kelas, kepala sekolah  Sutiyono tega memukuli guru Suharno hingga babak belur. Peristiwa yang berlangsung Senin lalu (12/6) baru dilaporkan korban pemukulan, Selasa (13/6) ke Polres Rembang.

Akibat pukulan itu, Suharno menderita luka lebam di kening kanan dan robek di telinga kanan setelah dipukul kepsek tersebut. Pemukulan diduga terjadi di ruang guru SMPN 3 Rembang pada Senin (12/6) pagi.

Ceritanya, sekitar pukul 07.30 semua siswa berkumpul di halaman sekolah untuk melaksanakan apel rutin. Sekitar 20 menit kemudian, Kepala SMPN 3 Rembang Sutiyono memanggil semua wali kelas untuk mendampingi siswanya sekaligus melakukan presensi.

Karena belum lengkap, Sutiyono kemudian menuju kantor guru dan mendapati Suharno bersama sekitar 15 guru lainnya berada di ruang tersebut. Kepala sekolah langsung mendatangi Suharno dan membentak wali kelas VIII A itu karena tak kunjung ikut apel.Pria yang juga mengajar mata pelajaran PKn itu sempat memberi penjelasan alasannya tak langsung ke lapangan begitu diperintah kepala sekolah.

Sebelum menjelaskan alasannya, dengan nada halus, Suharno  dia meminta maaf kepada kepala sekolah. Saat itu, Suharno diminta bagian kesiswaan untuk mengedit foto wisuda. Karena mendesak, Suharno mengerjakannya pagi itu juga di kantor guru menggunakan laptopnya. ”Saya dibentak- bentak dihada pan guru. Ya saya jelaskan sambil nunjukkin editan foto saya. Saya juga minta maaf ke kepala sekolah sebelum kasih penjelasan,” jelas Suharno.

Usai memberi penjelasan, kepala sekolah justru langsung melancarkan pukulan ke wajah guru tersebut. Suharno hanya bisa pasrah dan berpindah dari tempat duduknya. Dia merasakan lebih dari delapan kali kepala sekolah melancarkan pukulan ke wajahnya. Akibat pukulan itu, dia mengalami luka lebam dan benjolan di kening kanan. Atas telinga kanannya juga mengalami luka robek.

Guru lain yang saat itu berada di ruang tersebut sempat memegang kepala sekolah agar tak meneruskan pukulannya. Saat berhasil dipegang oleh guru lainnya, kepala sekolah masih berusaha untuk melancarkan pukulan ke Suharno. Namun, dia akhirnya bisa dikendalikan oleh para guru di ruang tersebut. Setelah dipukuli, sambil menahan rasa sakit Suharno kemudian menghampiri siswa kelas VIII A di mana dia menjadi walinya.

Dia kemudian melakukan presensi terhadap siswa. Tak ada siswa yang menanyakan kondisi yang dialaminya itu. ”Ya mungkin ada yang bertanya dalam hati saja,” jelasnya. Atas dorongan kerabat dan rekan seprofesinya, Suharno akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Rembang. Oleh polisi, dia kemudian melakukan visum sesuai dengan saran dari polisi.

Hingga Selasa (13/6) pagi atau sehari setelah kejadian, Suharno belum berangkat ke sekolah karena masih merasakan nyeri di kepala. Dia juga akan membuat laporan ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) dan Komisi D DPRD Kabupaten Rembang.

Sementara itu, Kepala SMPN 3 Rembang Sutiyono enggan memberi penjelasan tentang kronologi pemukulan tersebut. Dia menyatakan akan menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan. ”Mau saya diselesaikan kekeluargaan dulu,” ucapnya. (Fajar/JPG)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top