Rusak Hutan Mangrove Tanpa Izin, Tambang Nikel PT DMS Ditutup – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Hukum & Kriminal

Rusak Hutan Mangrove Tanpa Izin, Tambang Nikel PT DMS Ditutup

Pemasangan Police Line oleh Polda di Lokasi Penambangan PT DMS

kendaripos.fajar.co.id — Diduga menimbun kawasan hutan mangrove, akses menuju pelabuhan atau dermaga (jetty) milik PT Dwi Multi Guna Sejahtra (DMS) ditutup. Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Sultra menutup akses menuju jetty di Desa Tokowuta, Lasolo, Kabupaten Konut, beberapa waktu lalu. Penyidik memasang garis polisi sebagai tanda tidak bisa dilalui oleh orang yang tidak berkepentingan.

Penyidik Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Sultra, melalui Kasubbid PID Humas Polda Sultra, Kompol Dolfi Kumaseh menjelaskan pemasangan police line tersebut dilakukan karena adanya laporan masyarakat terkait pelanggaran yang dilakukan perusahaan tambang nikel itu. Dan setelah dilakukan pengecekan oleh polisi bersama pihak perusahaan, terbukti PT DMS telah melakukan pelanggaran. “Didalam IUP PT DMS itu tidak ada masalah, semua sudah sesuai dengan aturan, namun ada jalan yang menuju jetty mereka dan jalan itu melewati kawasan hutan lindung mangrove. Jadi mereka menimbun hutan tersebut, dengan lebar kurang lebih 20 sampai 30 meter,” ujar Kompol Dolfi Kumaseh, kepada Kendari Pos.

Mantan Kapolsek Moramo itu melanjutkan setelah memastikan bahwa yang ditimbun oleh PT DMS itu adalah kawasan hutan lindung mangrove, pihaknya langsung mengamankan akses yang ditimbun. “Untuk sementara mereka diduga telah melanggar pasal 89 ayat 2 UU 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan pengrusakan hutan. Soal kecil atau besar yang ditimbun itu, yang namanya dalam kawasan itu melanggar hukum dan harus diproses,” tegas Kompol Dolfi Kumaseh.

Penyidik Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Sultra kini berupaya melakukan pemeriksaan terhadap manajemen PT DMS untuk klarifikasi dugaan pelanggaran namun manajemen mangkir saat panggilan pertama. “Kepala Teknik Tambang (KTT), save manager dan karyawan sudah kami panggil tapi mereka belum hadir. Kami masih tunggu kedatangan mereka untuk kami periksa, semoga panggilan kami segera dipenuhi,” ungkap Kompol Dolfi Kumaseh. (kmr/c)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.





Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top