UHO Minta Tambahan 1.500 Kuota Bidik Misi – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Edukasi

UHO Minta Tambahan 1.500 Kuota Bidik Misi

Gedung Rektorat UHO

kendaripos.fajar.co.id — Tahun ini, kuota beasiswa biaya pendidikan mahasiswa miskin berprestasi (bidikmisi) Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menyusut. Termasuk Universitas Halu Oleo (UHO) hanya mendapatkan jatah 1.300 kursi. Oleh karena itu, kampus hijau itu kembali mengusulkan penambahan kuota sebanyak 1.500 mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi kepada Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Wakil Rektor III UHO, La Ode Ngkoimani menjelaskan, kuota awal UHO hanya mendapatkan 1.300. Setelah melihat mahasiswa baru (maba) dinyatakan lulus dalam program bidikmisi, di jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) melebihi kuota bidikmisi awal, sehingga mengharuskan untuk mengusulkan penambahan jatah lagi. Sebab masih ada jalur selanjutnya yang belum selesai, yaitu Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), yang juga tak kalah banyak mendaftar bidikmisi.

“Di jalur pertama saja sudah melebihi kuota bidikmisi yang lulus, apalagi dijalur kedua. Artinya, masyarakat yang minati UHO banyak yang tidak mampu. Kalau permintaan kami dipenuhi, maka kuota bisa bertambah menjadi 2.800 penerima bidikmisi,” ungkapnya.

Ia berharap pengusulan tambahan kuota bidikmisi itu bisa terwujud agar dapat membantu mahasiswa yang kurang mampu untuk tetap melanjutkan kuliah di perguruan tinggi negeri tersebut. Menurut dia, langkah yang ditempuh pihak UHO tersebut sebagai upaya untuk mengakodir masyarakat yang tidak mampu agar tetap bisa melanjutkan pendidikannya.

“Tentunya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu juga harus tetap diberi kesempatan untuk meningkatkan keilmuannya, dalam hal memperbaiki taraf kehidupan keluarganya. Pendidikan itu bukan saja berlaku bagi masyarakat yang mampu. Makanya, melalui program bidikmisi ini bisa merangkul anak-anak yang berasal dari keluarga tidak mampu tetapi punya kemampuan akademik,” ujarnya.

Dengan alasan itu, lanjut dia sehingga UHO terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat melalui Kemenristekdikti agar diberi tambahan kuota 1.500 penerima bidikmisi tahun ini. Olehnya itu, dia kembali menegaskan, penerima bidikmisi tidak hanya miskin atau tidak mampu secara ekonomi, akan tetapi mereka juga punya kemampuan akademik untuk bisa mencapai sarjana. “Kalau indeks prestasinya tidak bagus, padahal sudah dibiayai negera maka bisa saja ditarik bidikmisinya. Dikarenakan, mereka tidak perlu lagi memirkan pembayaran apapun, tugasnya hanya belajar agar bisa menyelesaikan studi dengan cepat,” beber La Ode Ngkoimani.

Dia menambahkan, mereka yang sudah lulus bidikmisi pada jalur SNMPTN masih akan dilakukan verifikasi faktual, untuk memastikan, apakah benar-benar pantas untuk mendapatkan beasiswa tersebut. Bantuan itu tidak boleh jatuh ditangan yang tidak tepat sehingga masih ada tahapan selanjutnya. “Kalau mereka pantas, maka berhak untuk mendapatkan beasiswa itu. Inikan pendaftarannya melalui online, jadi kebenaran lapangan kita belum ketahui seperti apa. Makanya masih ada verifikasi lapangan nanti,” pungkasnya. (ima/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top