Miris, Masjid Syuhada di Kota Kendari Ini, Sejak 1982 Berdinding Terpal – Kendari Pos Online
Iklan DPRD Koni Sultra
Metro Kendari

Miris, Masjid Syuhada di Kota Kendari Ini, Sejak 1982 Berdinding Terpal

Jamaah saat salat di Masjid Syuhada. Foto : Angga Kendari Pos.

KENDARIPOS.CO.ID — Pemandangan saban Ramadan di Benua Nirae selalu sama. Masjid tempat tarawih tak banyak berubah. Lantainya  keras, dinding pakai terpal. Masjid Syuhada tak seberuntung Al Alam di Teluk Kendari
La Ode Alfin, Kendari

Pernah dengar nama Kelurahan Benua Nirae? Pasti banyak warga kota ini yang tidak familiar, bahkan mendadak terkejut saat ditanya apakah tahu soal kampung itu. Reaksi pertama menggeleng, lalu balik bertanya. Dimana itu? Karena mereka hanya tahu soal Mandonga, Kemaraya, Kota Lama, Lepo-lepo dan Puuwatu.

Benua Nirae adalah salah satu kelurahan di Kecamatan Abeli. Letaknya memang agak dipelosok kota, sehingga jarang terdengar eksistensinya. Kampung ini identik dengan banyak hal bertema ketertinggalan. Penduduknya nyaris homogen, dengan penghasilan terbanyak dari sektor non formal. Tapi nyaris semuanya adalah muslim taat, dan punya komitmen kuat menjalankan syiar agamanya.

Seperti halnya saat Ramadan, mereka juga rajin memakmurkan masjid untuk beribadah. Salat wajib dan tarawih. Tapi ketaatan mereka kepada Khalik selalu terganggu dengan kondisi masjid yang masih jauh dari kata layak. Dindingnya semua terpal, bangunannya jauh dari kesan elegan kalau tidak pantas disebut reot. Hanya ada dinding yang terbuat dari terpal mengelilingi semua sisinya.

Atapnya, dibuat seadanya. Juga hanya di tutupi seng yang dikuatkan dengan belahan bambu. Lantainya apalagi, untuk menutupi tanah, hanya dengan menggunakan rabat (campuran semen dan pasir), tanpa keramik apalagi karpet yang empuk. Yang ada hanya farlak dan karpet tua sebagai pelapis lantai.

1 of 3

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
To Top