2018, Pengerjaan Proyek Jembatan Penghubung Pulau Buton – Muna Dimulai – Kendari Pos Online
Iklan DPRD Koni Sultra
Nasional

2018, Pengerjaan Proyek Jembatan Penghubung Pulau Buton – Muna Dimulai

Anggota Komisi V DPR RI, Ridwan Bae.

KENDARIPOS.CO.ID — Mimpi Gubernur Sultra, Nur Alam untuk “menyatukan” daratan Muna dan Buton memang sulit terwujud hingga akhir masa jabatannya. Tapi gagasan untuk membangun jembatan yang menghubungkan daratan Buton, tepatnya di Baruta ke daratan Muna tidak lantas menguap begitu saja. Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU PR) sudah memberi lampu hijau bahwa proyek ini akan mulai digarap tahun depan.

Tidak hanya jembatan Buton-Muna, kementrian pimpinan Basuki Hadimuljono itu juga tertarik dengan ide pembangunan jembatan yang menghubungkan daratan Muna dan Kendari, tepatnya di Tampo ke Toli-toli, Konsel. “Saya sudah sampaikan ini saat Raker antara Komisi V DPR RI dengan Kementrian PU PR, dua hari lalu (6/6), yang kebetulan dihadiri langsung Pak Menteri,” kata anggota DPR RI dari Sultra, Ridwan Bae, kemarin.

Secara umum, kata Ridwan, Menteri PU PR merespon serius rencana ini, apalagi memang telah lama diusulkan Gubernur Sultra yang oleh Ridwan kerap dipertanyakan bila berkesempatan bertemu dengan pihak Kementrian. Nah, seusai Raker tersebut, Ketua Partai Golkar Sultra ini menyempatkan diri berbicara secara personal, membahas dua jembatan ini.

“Anggaraan desain dua jembatan ini akan masuk di APBN 2018. Jadi Insya Allah, perencanaan termasuk desain dua jembatan itu sudah bisa mulai dikerja tahun depan, itu janji Pak Menteri kepada kami saat Raker. Dan ini akan terus saya kawal, karena ini menjadi salah satu komitmen besar saya sebelum mengakhiri tugas sebagai anggota DPR RI,” tegas Ridwan.

Menurut mantan Bupati Muna ini, bila tiga daratan ini dihubungkan dengan jembatan, maka jalur ekonomi rakyat akan makin mudah. Mereka yang memiliki hasil pertanian, atau jasa yang akan diantarpulaukan, tidak akan lagi tergantung dengan transportasi laut karena sudah bisa diakses darat, dengan waktu tempuh yang juga makin singkat.

“Di Tampo ke Konsel misalnya, selama ini tergantung penyeberangan fery yang memakan waktu 4 jam. Itu pun baru tiba di Torobulu. Kalau ke Kendari atau ke Bombana, waktu tempuhnya tambah 2 jam lagi. Kan lama. Nah, kalau jembatan dari Tampo ke Konsel ini dibangun, tidak sampai tiga jam, orang dari Raha sudah di Kendari dengan kendaraan sendiri,” jelasnya.

Sayangnya, Ridwan belum bisa memberi gambaran soal kebutuhan anggara dua jembatan tersebut. Alasannya, masih harus dilakukan studi kelayakan dan perencanaan wilayah, dan itu akan dilakukan mulai tahun depan. Nanti setelah ada studi seperti itu, akan dibuatkan desain hingga estimasi kebutuhan anggaran oleh Kementrian PU PR. Yang pasti, di Komisi V, Ridwan akan berjuang habis-habisan agar proyek ini bisa diwujudkan. “Saya berani, demi Sultra sejahtera,” pungkasnya.(dan)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
To Top