Berjarak 3 Kilometer, Perjalanan Ekstrim Warga Konkep Menuju Masjid Bikin Merinding – Kendari Pos Online
Iklan DPRD Koni Sultra
Konawe Kepulauan

Berjarak 3 Kilometer, Perjalanan Ekstrim Warga Konkep Menuju Masjid Bikin Merinding

Kondisi Masjid di Pantai Kampa, Konawe Kepulauan. Foto : Mursalim/Kendari Pos

Andai ujian keimanan langsung terlihat nilainya, beberapa orang yang ikut lulus adalah muslim di Pantai Kampa, Wawonii. Menembus gelap malam, dihantui serangan hewan buas. Demi bisa salat di masjid.

Mursalin, Langara

Ramadan tahun ini kembali harus dijalani Rahman dengan lebih sabar. Pemuda asal Dusun Kampa, Desa Wawobili, Kecamatan Wawonii Barat itu sudah cukup lama tak bisa melaksanakan salat tarawih berjamaah di masjid kampungnya. Dari jarak yang tak sampai seperentangan lengan, pria berusia 26 tahun ini menatap masygul kondisi masjid di kampungnya itu.

“10 tahun mi kayaknya tidak dipakai itu masjid pak. Rusak soalnya, dindingnya terkelupas, atapnya bocor, dan tidak pernah kasian ada yang peduli untuk bantu kita perbaiki,” keluh Rahman, saat Kendari Pos, mendatangi kampungnya. Asa Rahman sempat membumbung saat akses jalan ke kampungnya di buka, menyusul ditetapkannya Pantai Kampa sebagai salah satu destinasi wisata unggulan daerah itu.

Dari Langara, ibukota Konawe Kepulaan, jarak menuju Kampa sekira 7 kilometer. Pendek memang tapi tak ada akses kendaraan yang masuk. Warga harus berjalan kaki atau memilih lewat laut. Sebuah sisa bangunan sekolah yang sekarang tertutup semak, adalah jejak yang ditinggalkan warga, yang kemudian memilih pergi karena tak tahan dengan kesulitan hidup di daerah itu.

Tak lama lagi, kehidupan berat yang sudah bertahun-tahun harus dihadapi Rahman bakal berubah jadi manis. Pemuda Dusun Kampa, Desa Wawobili, Kecamatan Wawonii Barat itu menyadari bahwa kesabarannya selama ini bertahan hidup di tepi laut bersama keluarganya ternyata ada hikmahnya. “Sebentar lagi, kampung saya ini akan ramai pak. Pemerintah sudah bukan jalan menuju Pantai Kampa, objek wisata terkenal dan saya yakin banyak orang yang akan datang,” kata anak muda itu.

Ketika Kendari Pos berkunjung ke kampungnya, Rahman bersama beberapa rekannya sedang memasang jaringan pipa air bersih dari sebuah mata air di bukit yang jaraknya 3 kilometer. Selain untuk kebutuhan dusun, air bersihnya nanti itu bisa dikomersilkan bagi para wisatawan yang ia yakini akan ramai mengunjungi Pantai Kampa. “Di Dusun ini hanya 13 KK, dulu banyak tapi karena susah akses, banyak yang pindah. Sekarang setelah jalan dibuka, sudah mulai ada yang kembali lagi,” katanya.

1 of 3

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
To Top