Dua Hari Diperiksa, Warga Kendari Penghina Kapolri Ditahan – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Hukum & Kriminal

Dua Hari Diperiksa, Warga Kendari Penghina Kapolri Ditahan

Nursalam (duduk) pelaku yang menghina Kapolri saat menjalani pemeriksaan di ruang Subdit II Ditreskrimsus Polda Sultra. Foto : ADWIN BARAKATI / KENDARI POS

kendaripos.fajar.co.id — Selama dua hari, Nursalam menjalani pemeriksaan. Warga Wuawua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang diduga melakukan ujaran kebencian kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam akun facebooknya akhirnya ditahan, Selasa (6/6/2017). Penahanan Nursalam itu setelah tim eksus krimsus Polda Sultra melaksanakan gelar perkara.

Selain itu, dari hasil penyidikan diketahui unsur pidana dalam postingan Nursalam di akun facebook terpenuhi. Polisi menemukan tindak pidana ujaran kebencian sesuai dengan pasal 45 A ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 juncto pasal 27 UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang perubahan atas UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi Transaksi Elektronik.

Kabid Humas Polda Sultra AKBP Sunarto mengatakan ujaran kebencian yang disebarkan oleh Nursalam tak hanya kepada Kapolri. Soalnya, berdasar perkembangan penyidikan, adapula ujaran kebencian yang diutarakan Nursalam kepada presiden dan sebuah partai politik.

Mantan Kapolres Muna itu menambahkan tindakan Nursalam dilakukan sejak 2016 lalu. Nursalam kerap kali memposting tulisan bernada menyinggung pemerintah dan penegakan hukum di Indonesia. AKPB Sunarto mengatakan modusnya karena dia merasa tidak senang dengan pemerintahan. Dia tergabung dalam sebuah grup yang didalamnya banyak terkandung postingan video-video yaang isinya melemahkan Polri dan pemerintahan.

“Dia (Nursalam-Red) sering menonton video tersebut. Karena isinya yang berkaitan dengan pelemahan Polri. Sehingga dengan dasar itulah, dia tergugah memposting sebuah meme-meme yang menyinggung pemerintahan dan proses penegakan hukum di Indonesia,” ujar AKBP Sunarto saat konferensi pers di ruang Humas Polda Sultra didampingi tim penyidik Subdit II Eksus, Kompol Agus Umar, kemarin.

Masalah ini kata AKBP Narto pertama kali di Sultra. Dia mengimbau agar masyarakat terutama pengguna media sosial agar selalu berhati-hati. Jangan sembarang memosting video, kalimat atau apapun yang dapat menyinggung perasaan orang ataupun kelompok tertentu. “Kita sudah dipantau oleh tim cyber. Gunakanlah medsos sebagaimana kegunaannya. Jadikan kejadian ini sebagai pelajaran,” ungkap AKBP Sunarto. (ade/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top