Drainase Buruk, Banjir Parah Rendam Puluhan Rumah di Bombana – Kendari Pos Online
Iklan DPRD Koni Sultra
Bombana

Drainase Buruk, Banjir Parah Rendam Puluhan Rumah di Bombana

Banjir di Bombana

KENDARIPOS.CO.ID — Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kabupaten Bombana menyebabkan bencana alam di beberapa wilayah. Selain tanah longsor di Kecamatan Rumbia dan Rumbia Tengah, serta banjir di Kecamatan Rarowatu Utara, bencana banjir kembali meluas di tiga wilayah berbeda dalam waktu hampir bersamaan. Selain di wilayah Kecamatan Lantari Jaya, bencana alam juga melanda dua Kecamatan di daratan Poleang yakni Tontonunu dan Poleang Utara. Bahkan akibat banjir di tiga kecamatan itu terbilang parah. Selain menyebabkan akses jalan terputus, banjir juga merendam rumah-rumah penduduk, masjid, asrama polisi, sekolah dan kantor kecamatan.

Bencana banjir di tiga Kecamatan ini terjadi Senin (5/6) sore. Khusus di wilayah Kecamatan Lantari Jaya, genangan air terjadi di Desa Lomba Kasih. Menurut Kapolsek Lantari, Ipda Suis Mail, banjir di daerah itu disebabkan drainase yang buruk. “Saluran air sempit bahkan ada yang tersumbat. Begitu hujan turun, air meluap dan menyebabkan genangan. Kejadian ini sama juga di tiga desa yang terendam di Kecamatan Rarowatu,” katanya, kemarin. Banjir di Desa Lomba Kasih ini menyebabkan 16 rumah termasuk Rujab polsek yang terletak di dusun empat serta lima kediaman di dusun 1 terendam air dengan ketinggian 20 sampai 35 sentimeter.

Di hari yang sama, banjir juga melanda Desa Karya Baru, Kecamatan Poleang Utara serta Desa Tongkoseng, Kecamatan Tontonunu. Bencana alam di dua Kecamatan ini, disebabkan karena meluapnya sungai Poleang. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bombana, H. Andi Syarifuddin mengatakan, banjir yang melanda Poleang Utara dan Tontonunu akibat jebolnya tanggul penahan air sungai. “Ada tiga titik tanggul yang jebol di sepanjang sungai Poleang. Hal inilah yang menyebabkan banjir dengan ketinggian 20 sentimeter hingga satu meter lebih,” kata Andi Syarifuddin, disela-sela memantau kondisi banjir di dua kecamatan tersebut.

Akibat banjir ini menyebabkan 35 rumah terendam serta berbagai fasilitas umum seperti kantor camat Tontonunu, Masjid di Desa Karya Baru, SD Swasta Taluto tergenang air. Tidak hanya itu, banjir sambung Andi Syarifuddin juga sempat memutuskan jalur jalan utama antara Poleang Utara dan Tongkoseng. Bahkan siang kemarin, jalur ini masih belum bisa dilalui kendaraan bermotor karena ketinggian air mencapai 1,5 meter. Satu-satunya alternatif untuk bisa melalui jalur tersebut, pengendara roda dua harus naik rakit yang disiapkan warga sekitarnya. “Kurang lebih 700 meter panjang genangan air di jalur tersebut. Jadi untuk sampai di titik yang tidak tergenang, harus menggunakan rakit,” katanya.

Sampai sore kemarin, banjir masih melanda dua kecamatan tersebut. Namun genangan air perlahan-lahan mulai surut. Meski begitu, warga di dua Kecamatan itu masih tetap waspada dan khawatir dengan banjir susulan. Selain  hujan dengan intensitas tinggi masih terus melanda Bombana, tiga tanggul yang jebol belum diperbaiki. Sekretaris BPBD Bombana, Ridwan mengaku, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV Kendari. “Mereka segera turun ke Bombana untuk mengambil langkah-langkah penting terkait jebolnya tanggul hingga menyebabkan banjir akibat meluapnya sungai Poleang tersebut,” ungkapnya. (b/nur)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
To Top