Waspada ! BPOM Temukan Takjil Mengandung Boraks di Bombana – Kendari Pos Online
Iklan DPRD Koni Sultra
HEADLINE NEWS

Waspada ! BPOM Temukan Takjil Mengandung Boraks di Bombana

KENDARIPOS.CO.ID — Selama ramadan, Balai Pengawasan Obat Makanan (BPOM) Sultra intens melakukan pemantauan di Kabupaten Bombana Sulawesi Tenggara (Sultra). Untuk memberi perlindungan pada masyarakat dari peredaran pangan tidak layak konsumsi, BPOM tidak hanya mengawasi distributor dan sejumlah toko, namun pedagang yang menjajakan makanan buka puasa (takjil).

Hasilnya cukup memprihatinkan. BPOM menemukan salah satu jajanan takjil yang beredar di Rumbia, ibu kota Bombana mengandung boraks. Atas temuan ini, masyarakat di eks otorita Kabupaten Buton itu, diminta lebih berhati-hati dan selektif jika memilih takjil untuk berbuka puasa. Adanya zat pengawet dalam makanan takjil di Rumbia, ditemukan Balai POM saat merazia sejumlah makanan buka puasa di Bombana, akhir pekan lalu.

Dalam razia itu, Balai POM mengambil sampel makanan buka puasa di dua lokasi berbeda yakni depan Masjid Raya Nurul Iman dan di Pasar Sore, Kasipute. Jenis makanan takjil yang diambil di dua tempat ini seperti es cendol, es buah, pisang ijo, bakso, kue dan brownies. “Hasil pengujian takjil di kedua tempat ini hampir semuanya memenuhi syarat. Namun ada satu jenis takjil yang tidak layak konsumsi karena diduga mengandung bahan kimia berbahaya yakni boraks,” kata Adilah Pababbari, Kepala Balai POM Sultra, usai memimpin pengawasan pangan di Bombana.

Menurut Adilah, sampel bakso yang mengandung boraks itu diambil dari pedagang takjil keliling atau yang menjual dagangannya dengan motor. Sayang, Balai POM tidak bisa menelusuri lebih lanjut siapa pemilik makanan yang mengandung boraks itu dan dari mana sumbernya. Sebab, begitu diketahui bakso yang dijual bercampur boraks, pedagangnya sudah keliling lagi menjajakan ke tempat lain.

Meski begitu, temuan takjil mengandung boraks ini sudah dilaporkan kepada Pj Bupati Bombana, Hj. Sitti Saleha. Menurut Adilah, Pj Bupati juga prihatin dengan temuan balai POM itu, sehingga bupati meminta kepada agar warganya selektif memilih takjil. (c/nur)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
To Top