154 Hotel di Makkah Siap Diundi, Radius Terjauh 4,4 KM dari Masjidilharam – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Nasional

154 Hotel di Makkah Siap Diundi, Radius Terjauh 4,4 KM dari Masjidilharam

kendaripos.fajar.co.id — Kementerian Agama (Kemenag) berhasil teken kontrak hotel atau pemondokan untuk 204 ribu jamaah haji regular. Total hotel yang dibutuhkan mencapai 154 unit. Tahap berikutnya adalah pengundian (qur’ah) untuk penempatan setiap kloter jamaah haji.

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag Sri Ilham Lubis mengatakan pengundian pemondokan rencananya dilaksanakan 11 Juni depan. Dia menjelaskan secara keseluruhan, dibanding tahun lalu, jumlah jamaah haji regular tahun ini bertambah 52 ribu. Sehingga jumlah hotel yang dibutuhkan bertambah dari 111 unit tahun lalu, menjadi 154 unit tahun ini.

Seluruh pemondokan itu di Makkah tersebar di enam wilayah. Yakni di Jarwal, Misfalah, Masbah Jin, Aziziyah, Syisyah, dan Raudlah. ’’Seperti tahun sebelumnya, standar minimal hotelnya setara bintang tiga,’’ jelasnya. Sri mengatakan jarak terjauh hotel jamaah haji di Makkah adalah 4.398 meter (4,4 km) dari Masjidilharam. Radius ini lebih baik dibandingkan tahun lalu. Sebab tahun lalu jarak terjauh pemondokan mencapai 4,5 km.

Dia menuturkan bagi jamaah yang menempati pemondokan di radius lebih dari 1,5 km dari Masjidilharam, disediakan bus penjemput (feeder/shalawat). Bus penjemput ini memudahkan transportasi hotel-Masjdilharam. Nantinya jamaah cukup naik bus penjemput dari 49 unit halte yang sudah disiapkan. Halte-halte ini umumnya berada persis di depan pemondokan.

Sementara bagi jamaah haji yang tinggal di radius kurang dari 1,5 km dari Masjidilharam, tidak disiapkan angkutan bus penjemput. Sebab jaraknya relatif dekat dengan Masjidilharam. Selain itu pemerintah Arab Saudi juga membatasi operasional bus di sekitaran Masjidilharam.

Sri menjelaskan kondisi pembangunan di Masjidilharam sudah nyaris rampung. Dalam kunjungannya terakhir ke sana, alat berat proyek perluasan Masjidilharam sudah hampir tidak ada lagi. ’’Pemerintah Saudi sudah berani mengembalikan kuota haji ke normal, karena renovasinya sudah selesai,’’ paparnya.

Kemudian pemondokan atau hotel untuk wilayah Madinah disiakpan di radius 1.200 meter dari Masjid Nabawi. Sri mengatakan Kemenag sudah berupaya mencari pemondokan di radius 500 meter dari Masjid Nabawi. Ternyata tidak cukup dengan total jamaah haji Indonesia.

Selain itu Sri menerangkan bahwa sistem kontrak sewa pemondokan di Madinah menggunakan model semi musim. Artinya disewa dengan menyesuaikan keberadaan jamaah Indonesia. Dengan demikian satu unit hotel di Madinah, bisa ditinggali jamaah dari banyak negara.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mudjahid menyampaikan apresiasi karena Kemenag telah menuntaskan misi pencarian pemondokan haji. ’’Ke depan tinggal menjaga komitmen peningkatan mutu layanan kepada jamaah haji,’’ tuturnya. Dia mengatakan DPR sebelumnya memperjuangkan ongkos haji 2017 sama dengan 2016. Tetapi ternyata nominal ongkos haji tahun ini lebih mahal sekitar Rp 300 ribu.

Dengan penambahan biaya tersebut, ada beberapa komitmen peningkatan kualitas pelayanan oleh Kemenag. Diantaranya jumlah pemberian makanan di Makkah. Lalu peningkatan kualitas bus luar kota di Arab Saudi serta penggunaan tenda di Armina. Politisi Gerindra itu berharap seluruh janji peningkatan kualitas layanan itu dipenuhi. (wan)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top