Al Fikri, Alumni SMU 8 Kendari Penghafal Al Qur’an, Bermimpi Bisa Mondok di Yaman atau Mesir – Kendari Pos Online
Iklan DPRD Koni Sultra
Metro Kendari

Al Fikri, Alumni SMU 8 Kendari Penghafal Al Qur’an, Bermimpi Bisa Mondok di Yaman atau Mesir


Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz Baitul Qur’an, H. M. Nur Alfiq, S.Q., S.Sos.I (kanan), saat mengevaluasi hafalan quran santrinya Al-Fikri diruang Musholla Santriawati, Ponpes Tahfidz Baitul Qur’an. Foto Marwan Abidin / Kendari Pos

Usia masih muda, hafalan Al Qur’an sudah paripurna. Al Fikri namanya. Dua tahun lalu, ia masih terbata-bata mengeja kalam Tuhan itu. Kini ia fasih tanpa baca, 30 juz. Man Jadda Wa Jada

Marwan Abidin, Kendari

Al Fikri bukan siapa-siapa dua tahun lalu. Alih-alih fasih menghafal Al Quran, membaca saja ia masih tersendat. Huruf Hijahiyah sulit ia eja. Tapi keinginannya untuk bisa membaca Quran ternyata sangat tinggi. Putra pasangan Luqman dan Samsia ini kemudian memilih Pondok Baitul Quran di Anggoeya sebagai tempatnya belajar. Usai sekolah, ia memanfaatkan betul waktu untuk belajar Al Quran.

Hampir tiga tahun berlalu, sejak 2015, Fikri belajar. Hasilnya, anak muda itu sudah cukup piawai menghafal 30 juz Al Quran. Sesekali, guru di pondok tetap mengontrol bacaan dan hafalan para santri, sekiranya ada yang keliru. “Kuncinya, Man Jadda Wa Jadda. Siapa yang bersungguh sungguh dia pasti berhasil,” kata Al Fikri, menceritakan kiatnya bisa “menaklukan” 6 ribu ayat dalam kita suci itu.

Di Ponpes Baitul Quran, alumni SMAN 8 Kendari ini sangat menyukai metode belajar yang diterapkan pondok hinga ia bisa menghapal Al-Quran kurang lebih sekira 3 tahun. “Saya istiqomah dan fokus serta disiplin menghapal setiap ayat Al-Quran. Sehari, satu lembar satu halaman saja saya hapal,” jelasnya saat temui disela-sela menghapal di pondoknya.

Fikri bercerita, setelah mandi pagi ia mulai menghafal ayat sampai 12.00 Wita. Setelah zuhur, waktunya bagi hafalan baru. Kemudian, jelang salat Asar, diperlancar lagi sambil istrahat. Selanjutnya, usai salat Asar hafalan dilanjutkan hingga Maghrib dan usai salat tahajjud. “Usai subuh kita dievaluasi dalam bentuk setor hapalan baru itu. Begitu berlanjut-lanjut sampai saya hapal 30 juz,” kata anak muda kelahiran 1999 itu.

Antusiasme santri pondok untuk belajar terlihat sangat tinggi sekali. Saat jurnalis Kendari Pos bertandang dan langsung menuju masjid pondok tersebut, Kamis (1/6) lalu, terdengar para santri putra tengah sibuk melafalkan ayat Al-Quran. Sesudah itu diajak untuk bersalawat dan menuju pondok yang berlantai dua itu. Disitulah para santri menyetor hapalannya, termasuk Fikri salah satunya.

1 of 3

1 Comment

1 Comment

  1. Kim Gamoro

    3 Jun 17 11:35 at 11:35

    Penulis… tolong di koreksi…surah Al Qur-an itu hanya 114 surah ya…bukan 6.000 sebagaimana yang Anda tulis…kalau ayatnya iya kurang lebih 6.666
    Terima kasih

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
To Top