Subhanallah ! Selama Ramadan, Aktivitas Santri di Ponpes Subulussalam Muna Bikin Merinding – Hacked by TryDee
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Ramadhan

Subhanallah ! Selama Ramadan, Aktivitas Santri di Ponpes Subulussalam Muna Bikin Merinding

kendaripos.fajar.co.id — Ada banyak kebaikan bernilai ibadah yang disebar para santri Pondok Pasantren (Ponpes) Subulussalam di Muna selama Ramadan. Aktivitas yang mereka lakukan sangat jarang didapatkan bagi anak seusianya yang hidup di era modern.

Muhammad Ery, Raha

Lisan Hakim terdengar amat fasih melafalkan beberapa bait ayat Al Quran. Bocah berusia 8 tahun ini mengutipnya untuk menguatkan tauziah tujuh menit yang ia sampaikan. Lancar dan nyaris tanpa problem. Kemampuannya tentu sudah melewati anak seusianya yang mungkin saat Hakim sedang belajar ceramah, mereka sibuk memainkan game di gadget terkini.

Hakim, adalah salah satu bocah yang mondok di Ponpes Subulussalam, di Desa Ghonsume, Kecamatan Duruka, Kabupaten Muna. Ia masih di level Ibtidaiyah. Tapi kemahirannya menyampaikan tauziah tujuh menit sudah mumpuni. Saban sore, ia bersama puluhan santri di Pondok itu punya aktivtitas bernilai pahala di masjid pondok. “Ada yang memperkuat hafalan, belajar ceramah, macam-macamlah,” kata La Ode Sila, pimpinan Pondok kepada jurnalis Kendari Pos yang sore itu berajangsana sekaligus ikut salat Asar berjamaah di masjid pondok.

Sore itu, usai salat Asar, para santri dan santriwati memang tidak langsung meninggalkan masjid. Kebetulan Rabu (31/5) sore itu ada delapan santriwati dan sembilan santri yang hadir. Mereka langsung membuat lingkaran di depan pimpinan pondok serta Ketua Yayasan, Wa Ndoima. Tanpa dikomando, satu persatu memulai aktivitas keren.

Ada yang membaca Al Quran, menghapal, belajar ceramah baik dengan ful Bahasa Indonesia, Bahasa Arab maupun Bahasa Inggris. Mereka yang sedang belajar menghafal, pengajar akan membaca potongan ayat di surah tertentu yang kemudian dilanjutkan hafalannya oleh santri. Begitu seterusnya, bergiliran.

Suara yang keluar dari bibir santri dan santriwati terdengar merdu. Mereka tidak melantunkan secara tadarus melainkan melafalkannya ayat-perayat. Ketua Yayasan Subulussalam, Wa Ndoima mengaku, di bulan Ramadan ini, para penghuni pondok dilatih serta memperlancar apa yang telah diajarkan selama ini dan itu, berlangsung hingga pukul 17.00 Wita.

“Mereka diajarkan setiap hari. Di bulan suci ini diperlancar kembali ayat ayat suci yang pernah diajarkan,” ujar Wa Ndoima. Dalam menjalankan kegiatan itu, ada tiga institusi dalam yayasan tersebut. Mereka melakukan berdasarkan jenjang dan tingkatan sekolah secara bergantian. Mulai dari perwakilan Madrasah Ibtidayah, Tsanawiah hingga madrasah Aliyah.

Tidak hanya Hakim yang sore itu tampil menyampaikan tauziah. Seorang remaja bernama La Ode Sabhara dari level Tsanawiah juga tampil tak kalah keren. Ia menyampaikan pidatonya dalam Bahasa Arab. “Kalau mereka ini masih berusia 6 sampai 8 tahun. Jadi kami mengajarnya dengan mendengarkan lantunan ayat suci. Secara berkala. Alhamdulillah, mereka bisa paham dan tahu serta bisa menghafal yang telah diajarkan. Kalau pidato kita konsepkan kemudian kita suruh hafal,” terang La Ode Sila, pimpinan pondok.

Selain itu, para santri dan santriwati yang berjumlah 25 orang putri dan 13 putra itu, melakukan safari Ramadan. Mereka berkeliling ke desa-desa berdakwah di masjid-masjid. Itu dilakukan bukan atas permintaan pemerintah desa, atau panitia masjid tapi inisiatif Pondok guna mengimplementasikan ilmu yang santri dapat selama menempuh pendidikan di pondok pesantren itu.

1 of 2

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top