Jalur Konawe-Konut Lumpuh, Puluhan Truk Terjebak Lumpur – Kendari Pos Online
Iklan DPRD Koni Sultra
Konawe Utara

Jalur Konawe-Konut Lumpuh, Puluhan Truk Terjebak Lumpur

Puluhan truk terjebak lumpur di jalur Konawe – Konut. Foto : Helmin/Kendari Pos.

KENDARIPOS.CO.ID — Kerusakan jalan di jalur trans Sulawesi makin parah. Apalagi, tiga hari terakhir, hujan turun tanpa henti. Akibatnya, jalan tiga desa di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe lumpuh total.  Padahal jalur itu adalah satu-satunya penghubung antara Kabupaten Konawe dan Kabupaten Konut, lanjut ke Sulawesi Tengah. Kendaraan yang melintas tertahan di tengah lumpur.

Jalan sepanjang 16.700 meter itu saat ini memang dalam proses perbaikan. Saat kontraktor sedang melakukan mengurukan timbunan dan material, hujan turun. Tiap warga yang melintas pasti mengeluh dan menggerutu. Sumpah serapah para melintas jalur itu disebar di hampir semua media sosial. Jika pun ada kendaraan yang lolos, itu sudah dibantu doa dan dorongan. Itupun butuh waktu berjam-jam. Kesimpulannya parah.

Seorang sopir mobil truck bernama Pandi (35), yang ditemui Kendari Pos di lokasi mengaku tidak mengerti lagi dengan apa yang terjadi dengan jalan tersebut. Kata dia, sepekan lalu, trucknya dapat melintasi jalan tersebut dan tidak se rusak seperti saat sekarang ini. Menurut Pandi, sekarang, trucknnya tertahan dan harus menginap di jalanan berhari-hari.

Dia tak tau, kondisi ini sampai kapan berakhir. Yang jelasnya, waktu bongkar muat kayu-kayunya di pelabuhan bertambah lama. “Seharusnya, lima hari itu, muatan kami sudah dibongkar di Pelabuhan. Tapi, kalau seperti ini lima hari bermalam di jalanan. Berarti mau sampainya saja kami tidak tahu kapan. Kalau kondisi jalannya terus seperti ini. Mau diapa, bermalam terus di jalanan kasisan,” keluh pria ini, diatas trucknya yang terparkir dipinggir jalan kemarin (31/5)

Jalan yang dikeluhkan Pandi dan semua yang melintas itu adalah proyek pembangunan jalan yang dipegang kendali oleh seorang kontraktor berbendera PT  Tirta Dhea Addonnics Pratama (TDAP). Jalan ini dikerjakan sejak tahun 2015 dengan waktu kontrak selama dua tahun lebih dengan anggaran sebesar Rp 102 Miliar. Kepastiannya, berakhirnya kontrak pengerjaan jalan ini di Desember 2017.

Sayangnya, nampak jelas, bahwa proyek pembuatan jalan ini gagal, akibat kondisi cuaca yang merusak jalanan tersebut sebelum mencapai 100 persen pengerjaannya.  Pandi mengatakan truck dia tak hanya sendiri, melainkan beberapa truck rekannya yang lain juga terperangkap di jalanan. Misalkan Asri (29), truck pria ini tertanam didalam lumpur. Tepatnya di Desa Tangobu, Kecamatan Morosi. Trucknya yang memuat kayu terperangkap hingga tak bisa keluar.

Sudah lima hari truck tersebut terperangkap, hingga bahkan menghalangi kendaraan yang lewat . Saat ini, Asri, Pandi dan beberapa rekannya yang mengemudikan truck  sangat kebingungan. Mereka hanya bisa menunggu ruas jalan membaik hingga jalanan mampu dillalui. “Bingung juga kita ini. Bagaimanakah ini pemerintah kasian. Setengah mati mi kita ini. Dimana kita mau makan kalau tertahan di jalan begini,”tuturnya

Ruas jalan yang dikerjakan oleh  PT  Tirta Dhea Addonnics Pratama (TDAP) panjangnya sekitar 16,700 kilo meter. Di sepanjang jalan tersebut melintasi tiga Desa, Yakni Desa Pohara, Desa  Tangobu dan Desa Paku Jaya, Kecamatan Morosi. Di sepanjang jalan ini hampir dipastikan mengalami kerusakan akibat terjangan air.

1 of 3

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
To Top