Jalan Rusak, Harga Sembako di Konawe Utara Melambung – Kendari Pos –
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Ekonomi & Bisnis

Jalan Rusak, Harga Sembako di Konawe Utara Melambung

kendaripos.fajar.co.id — Kerusakan jalan di trans Sulawesi mulai berdampak terhadap infansi di Konut. Distribusi harga sembilan bahan pokok yang masuk di wilayah Konawe Utara kini mengalami keterlambatan. Pasalnya, kondisi medan yang sulit dilalui kendaraan roda dua dan roda empat menjadi penyebab naiknya harga sembilan bahan pokok.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Ery Husainy, mengatakan kerusakan jalan di daerah Morosi Kabupaten Konawe sangat mempengaruhi distribusi sembilan bahan pokok diwilayah Konut. “Kondisi jalan di ruas jalan trans Sulawesi sangat mempengaruhi harga. Terutama distribusi sayur-sayuran dan bawang yang mayoritas dari Kota Kendari,” ujar Ery Husainy, kemarin.

Kondisi jalan yang ekstrim di wilayah itu membuat distributor sembako dari Kota Kendari harus berpikir untuk mendistribusikan dagangannya diwilayah Konawe Utara. Ery merinci kenaikan yang paling menonjol pada bawang putih dari harga normal Rp 45 ribu perkilogram naik menjadi Rp 60 ribu perkilogram. Sedangkan untuk bawang merah dari harga Rp 25 ribu perkilogram naik menjadi Rp 45 ribu perkilogramnya atau naik Rp 10 ribu.

Tidak hanya bawang yang mengalami kenaikan, cabe juga turut mengalami kenaikan dari harga normalnya. Rata-rata naik Rp 10 ribu. “Untuk cabe rawit dan cabe merah sekarang Rp 35 per kilogramnya. Sedangkan telur per raknya mengalami kenaikan dari Rp 40 ribu naik menjadi Rp 45 ribu perrak, ” rincinnya.

Tidak hanya sembilan bahan pokok yang mengalami kenaikan. Melainkan distribusi bahan bakar minyak (BBM) diwilayah Konut juga mengalami keterlambatan. Kondisi jalan yang sulit dilalui akibat lumpur yang dalam menjadi faktor penyebab kelangkaan BBM khususnya jenis premium.

“Kondisi jalan yang rusak di Morosi sangat berdampak terhadap distribusi BBM. Seperti kejadian kemarin BBM jenis pertalite didistribusikan dari Kendari dari pagi. Sampai disini Konut sudah malam, padahal normal perjalanan dari Kota Kendari hanya tiga jam lamanya,” ujar manager SPBU Lasolo, Ronal, kemarin.

Ronal mengaku tetap mengusahakan agar permintaan distribusi jenis premium dan solar diwilayah Konut tetap jalan meski sulit dijangkau. Makanya sebagai langkah antisipasi beban muatan diturunkan dari beban maksimal muatan kendaraan. “Jalan disitu sudah menjadi keluhan masyarakat. Bukan hanya kita para pedagang sayur juga keluhannya sama,”ujar Ronal.(ade/min)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top