Jalan Longsor, Warga 17 Desa Terancam Terisolasi di Bombana – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Bombana

Jalan Longsor, Warga 17 Desa Terancam Terisolasi di Bombana

Pj Bupati dan sejumlah SKPD meninjau jalan longsor di Desa Tapuahi Kecamatan Rumbia Tengah. Foto : Nutyadi/Kendari Pos.

kendaripos.fajar.co.id — Curah hujan dengan intensitas tinggi melanda pada hampir seluruh wilayah Sulawesi Tenggara. Di Kabupaten Bombana, hujan hampir setiap hari mengguyur hingga menyebabkan bencana alam di beberapa wilayah. Selain akses jalan utama Bombana-Kendari yang terletak di Desa Lantowua, Kecamatan Rarowatu Utara longsor hingga sebagian badan jalan rusak, hujan juga menyebabkan jalur utama menghubungkan Rumbia, ibu kota Bombana menuju Kecamatan Masaloka Raya dan Mataoleo kini, terancam putus.

Di sepanjang jalan menuju dua kecamatan itu, sedikitnya tiga titik ruas jalan mengalami longsor. Satu titik ruas jalan terletak di Desa Tapuahi sementara dua lainnya berada di Lampata, Kecamatan Rumbia Tengah. Ancaman bencana alam ini membuat prihatin Pj Bupati Bombana, Sitti Saleha. Kamis (2/6) pagi, usai memimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, kepala daerah perempuan pertama di Sultra ini langsung meninjau dua dari tiga titik longsor di Kecamatan Rumbia Tengah itu.

Lokasi pertama yang dikunjungi di perbukitan Lampata. Didampingi Kadis PU Djalaluddin, Kadis BPBD Andi Syarifuddin, Plt Kadis Sosial, Hanna Marhan, Sitti Saleha mengatakan jika jalan menuju Masaloka Raya dan Kecamatan Mataoleo terus menerus dilanda hujan, dia memastikan akses keluar masuk di dua kecamatan ini bisa putus. “Ini hampir sama kejadiannya dengan di Tompobatu (longsor di Lantowua/jalan utama menuju Kendari). Setengah dari badan jalan jatuh ke laut. Tapi longsor di sini (Lampata) lebih parah, karena letaknya berada di ketinggian,” kata Sitti Saleha saat berada di lokasi longsor.

Menurut bupati, jika jalur tersebut tidak segera diantisipasi, dia khawatir, masyarakat di 17 desa yang tersebar di Kecamatan Mataoleo dan Masaloka tidak bisa lagi melalui jalur tersebut jika ingin berurusan di Rumbia, ibu kota Bombana. Olehnya itu, di perbukitan Lampata Saleha meminta Kadis PU dan Tata Ruang segera memperbaiki jalur yang longsor itu sehingga masyarakat tidak susah keluar masuk ibu kota karena terisolir.

Saleha juga menekankan pada Kadis PU untuk secepatnya bekerja di lapangan. Sebab bertepatan dengan momen ramadan saat ini, intensitas keluar masuk masyarakat dari Mataoleo dan Masaloka Raya menuju Rumbia semakin tinggi. Tak hanya untuk memenuhi berbagai kebutuhan ekonomi, tapi juga hal mendesak lainnya.

Usai meninjau jalan longsor di Lampata, Sitti Saleha bersama rombongan memantau longsor di Desa Tapuahi. Kondisi di jalan menuju dua Kecamatan itu juga memprihatinkan. Sebab lebih dari setengah badan jalan ambruk. Selama ini, masyarakat disekitarnya sudah mengantisipasi agar jalan bisa dilalui. Mereka membentangkan tiga batang kelapa di atas jalan yang longsor. Namun langkah itu, dikhawatirkan mengancam keselamatan pengendara. Sebab semakin hari, tanahnya terus terkikis saluran air.

Menurut Pj Bupati, ruas jalan yang longsor di wilayahnya masih bertambah. Sebab data yang diterima dari BPBD Bombana, selain dua titik di Lampata dan satu titik di Tapuahi, longsor juga terjadi di Kecamatan Mataoleo. Selain bencana alam berupa tanah longsor dirinya juga mendapatkan laporan bencana puting beliung melanda daerah otoritanya. Kepastian ini juga dibenarkan Sekretaris BPBD Bombana, Ridwan. Menurutnya, kurang lebih sepekan terakhir, ada lima rumah menjadi korban angin puting beliung. “Saat ini cuaca di Bombana sangat ekstrem. Dengan kondisi seperti ini sangat rawan terjadi bencana alam. Laporan yang kami terima baru tanah longsor dan angin puting beliun,” ungkapnya. (b/nur)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top