Begini Langkah Pemkot Antisipasi Banjir di Kota Kendari – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Metro Kendari

Begini Langkah Pemkot Antisipasi Banjir di Kota Kendari

Wali Kota Kendari, Asrun,saat memantau banjir.

KENDARIPOS.O.ID — Sepanjang Mei 2017, hujan seperti ramah sekali mengguyur Kota Kendari. Banjir bahkan sudah dua kali membuat repot dan gundah banyak pihak. Beberapa kawasan di kota ini kemudian jadi langganan genangan air dalam skala besar. Pemkot Kendari tak ingin situasi ini jadi menahun. Langkah penanganan secara komprehensif pun disiapkan untuk menuntaskan permasalahan tersebut.

Sebagai langkah awal, Pemkot sedang melakukan pendataan dan inverintarisasi titik dan penyebab banjir. Rabu (31/5) lalu, saat meninjau banjir di beberapa titik, Wali Kota Kendari, Asrun mengakui jika masalah banjir di daerah otoritanya memang memiliki penyebab yang kompleks. Penangananya pun harus dilakukan multidimensi.

Diantaranya, penataan kembali kawasan pemukiman dibantaran sungai, revitalisasi sungai dan pembuatan drainase yang memadai. Paling utama, penyebab banjir dikatakan Asrun, dikarenakan aliran sungai kini sudah mengalami penyempitan akibat bertambahnya pemukiman warga. Dampaknya, air hujan tidak mampu lagi ditampung debitnya sehingga meluap kepemukiman dan juga badan jalan.

“Saya sudah memerintahkan dinas terkait untuk segera melakukan perencanaan penanganan yang matang. Kota Kendari ini sudah mirip Jakarta. Sungainya kebanyakan menyempit akibat perumahan. Akibatnya kalau hujan deras, banjir dimana-mana. Untuk itu, Pemkot sedang megidentifikasi beberapa sungai untuk direvitalisasi,” ujarnya disela melakukan pantauan lokasi banjir di Jl. Lasolo, Rabu lalu.

Untuk penanganan tersebut, Asrun memperkirakan akan membutuhkan anggaran besar dan waktu yang tidak singkat. Soalnya, selain keuangan daerah yang minim, ada banyak sungai juga yang harus direvitalisasi. “Perhitungan kami butuh waktu hingga 10 tahun. Kita harus melakukan penanganan bertahap. Misal tahun ini, sungai lasolo dan tahun depannya kali wanggu,” jelasnya.

Untuk sementara, sebagai langkah awal, Pemkot Kendari kata Asrun sedang menyiapkan beberapa sodetan di sungai yang kerap meluap. Penataan drainase juga terus dikebut oleh Pemkot. “Dinas PU kita tiap hari keliling memantau untuk membuat sodetan. Drainase juga mereka terus kerjakan,” sambungnya.

Tetapi, bagi Wali Kota perencana terbaik nasional versi Bappenas tersebut mengaku ikhtiar Pemkot harus pula didukung dengan kesadaran masyarakat. Tanpa itu, semua usaha yang dilakukannya tidak akan berbuah maksimal. “Misal jangan lagi kotori sungai dengan sampah ataupun bangun rumah jangan tutupi aliran sungai,” paparnya.

Selain Wali Kota Kendari, Wakil Gubernur Sultra, Saleh Lasata juga menyempatkan diri melihat dari jarak dekat situasi Kendari saat dilanda banjir Rabu lalu. Pasangan Nur Alam tersebut menyambangi beberapa warga korban banjir di Bilangan Kampus Pascasarjana UHO, salah satu lokasi banjir yang juga terbilang parah. di area itu genangan air sempat setinggi paha orang dewasa.

Diketahui, Rabu lalu Kota Kendari kembali dilanda banjir. Akibatnya, beberapa lokasi di metro ini terendam air hingga ketinggian bervariasi. Pantauan koran ini, banjir terjadi di semua ruas jalan dikawasan Eks MTQ Square. Paling parah, banjir melanda kampung Lasolo hingga merendam puluhan rumah dikawasan itu.

Tak hanya merendam, banjir juga menyebabkan beberapa rumah rusak dan tidak sedikit tanggul sungai lasolo jebol. Rumah warga bukan satu-satunya sasaran banjir, fasilitas publik dan sekolah pun ikut terendam. Informasi yang dihimpun, banjir menyebabkan siswa SMP 2 Kendari terpaksa dievakuasi tim SAR dan Kepolisian. Bahkan, puluhan pasien RS. Santaana harus dievakuasi ke lantai dua RS, karena banjir menggenangi lantai dasar.

Korban jiwa pun sempat berjatuhan akibat banjir yang disebabkan guyuran hujan sepanjang hari. Untuk itu, Pemkot akan melakukan pendataan kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan. Bantuan akan diberikan setelahnya.    “Kita akan bantu warga yang terdampak banjir kemarin. Tetapi kita harus cek kesediaan anggaran dulu. Nantinya, bantuan akan menyesuaikan dana kontigensi kita,” ujar Sekretaris Kota Kendari, Alamsyah Lotunani saat ditemui, Kamis (1/6).

Sementara itu, Prakirawan Cuaca Badan meteorologi klimatilogi dan geofisika (BMKG) Kendari memprediksi kondisi hujan di Kota Kendari akan terus terjadi hingga bulan Juni dengan intensitas befluktuasi (naik turun). Berdasarkan analisis meteorologisnya Prakirawan BMKG Kendari, Adi Istyono, ini disebabkan adanya peningkatan aktifitasnya pertumbuhan awan konvektif yg ditandai dengan banyaknya awan comulunimbus yg signifikan diwilayah kendari.

Kondisi ini dipicu oleh daerah belokan angin yg disertai perlambatan angin yg significant diwilayah Sultra,Serta didukung oleh kelembaban udara yg tinggi di lapisan atmosfer bawah hingga menengah. “Serta pasokan uap air yg signifikan dari laut Banda yg hangat mengingat arah angin dominan adalah tenggara, Sehingga masa udara basah ini mengarah ke wilayah Sulawesi Tenggara sebagai bahan bakar pembentukan Awan-Awan hujan,”katanya (ade/p1)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top